Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa
Di atas ambang pintu tergantung sebuah lonceng perunggu kecil, kusam, nyaris tak terlihat di balik sarang laba-laba.
Tangan Axel yang kurus, berbalut sarung hitam seperti kain pemakaman, terulur pelan. Ia menyentuh lonceng itu dengan satu gerakan halus.
Alih-alih mengeluarkan suara gemerincing, lonceng itu berdengung rendah—sebuah nada dalam dan seram, seperti suara bumi yang mengeluh di perut terdalamnya. Resonansi magis itu bergetar melewati udara, menembus dimensi ruang dan menyentuh lapisan mana yang hanya bisa dikenali oleh praktisi sihir tingkat tinggi. Bagi orang biasa, itu hanya keheningan. Tapi bagi yang paham ... itu adalah panggilan maut.
Hot Chapters