Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Setiap Momen adalah Kamu

Setiap Momen adalah Kamu

--- Hari pun berlalu demikian cepat. Saat proses pendakian baru dimulai, semua akan terasa lambat dan melelahkan. Namun, setelah puncak terlewati, segalanya seperti magic. Hanya dengan sebuah kedipan mata, harapan dan bahagia, menyatu. Kecupan manis Desi didaratkan di pipi sang adik. Kerinduannya tampak jelas di matanya, yang berkaca-kaca sejak beberapa menit yang lalu.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai capture the moments
Baca
+Pustaka
Cahaya Biru

Cahaya Biru

Pukulan, tendangan, dan teriakan kemarahan menggema di antara kedua kelompok tersebut. Tanpa sepengetahuan Biru, dari kejauhan, mata yang tajam memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan oleh pemimpin Geng Biru. Dalam kegelapan, sosok misterius itu mengambil gambar kejadian yang berlangsung dengan detail. Dengan teliti, dia mengikuti setiap dinamika pertarungan.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai capture the moments
Baca
+Pustaka
PESONA

PESONA

Bagaimana pun gadis itu harus terlihat jelek juga di depan masyarakat karena gadis itu telah merusak nama baiknya di mata masyarakat. Mataku yang berwarna abu-abu menatap tajam ke arah sepasang kekasih yang sedang melaksanakan pertunangan, aku tidak menghadiri pertunangan Nandin dengan Indra yang merupakan pengusaha hotel bintang lima di Negeri ini dengan cabang dimana-mana. Senyum licik terbit di bibirku saat melihat rekaman CCTV yang aku pasang di gedung tempat pertunangan mewah itu berlangsung. Sangat mudah mendapatkan rekaman ini, hanya perlu mengeluarkan beberapa lembar uang kertas berwarna merah dan ia pun bisa melihat rekaman ini.
1016.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 351 kali sebagai capture the moments
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchederesaneel
“Eh, mau difotoin nggak?” Mas Wira meraih bahuku. Ia merangkulku, aku mendongak melihatnya. Lebih tepatnya bukan dirangkul, tapi diketekin. Tinggiku hanya sebahu Mas Wira, jadi kalau dirangkul, lebih cocok dikatakan “diketekin” bukan “dirangkul”. “Ayo senyum! 1, 2, 3.” Hafiz memberikan aba-aba. Aku terpaksa tersenyum karena diminta Hafiz. “Nice!”
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai capture the moments
Baca
+Pustaka
Mon Amour

Mon Amour

Ia tak akan menyentuh makanan sebelum tahu siapa yang akan datang. “Aku sudah berulang kali mendengar kekeraskepalaanmu. Tapi, baru sekarang aku benar-benar mengetahuinya secara langsung.” Sebuah suara mengagetkan Farrin yang sebelumnya tengah termenung sambil memandang kolam yang bisa dijangkau matanya dari pintu geser khas Jepang yang ia buka separuh. Kolam yang tak begitu besar dengan beberapa bonsai di sekelilingnya dan pancuran bambu yang memiliki kincir kecil di bawahnya. Farrin pernah melihat dari dekat, ternyata, dasar kolam itu tidak terlalu dalam dan memiliki sekitar sepuluh ikan koi dengan berbagai warna.
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai capture the moments
Baca
+Pustaka
Aftermath

Aftermath

"Kapan jadwal interview-nya?" "Lusa." "Astaga, mendadak sekali. Ya, sudah, ayo." Jihan menarik tangan Yanan secara tiba-tiba. Di saat yang sama Yanan menahan genggaman itu dengan kekuatan yang berbanding lurus, akibatnya tidak sehastapun mereka berpindah posisi. "Mau kemana?" "Sudah ikut saja." ***
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai capture the moments
Baca
+Pustaka
Perfect Match

Perfect Match

ucap Joshua. "Iya mau ya Key cuma pembawa acara doang kok," ucap Nabila ikut membujuk Keyna. "Tapi kalo lo gak mau kita juga gak akan maksa, iya kan Al?" ucap Kevin salah satu tim fotografi juga. "Iya," ucap Alfian dan menganggukkan kepalanya. "Maaf ya gue gak bisa," ucap Keyna merasa tak enak hati. "Gapapa," ucap Alfian.
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai capture the moments
Baca
+Pustaka
A Trap

A Trap

Allena pun pergi meninggalkan kedua pria yang telah pingsan, tanpa Allena sadari pria yang menyekapnya masih sedikit sadar dan tersenyum tipis. "Kembalilah ketika nanti hatimu telah merindukanku," lirih Pria itu. Tak lama kemudian pria itu pingsan. *** Allena berjalan sendirian sambil memikirkan apa yang telah dilakukannya. "Aku menyesal telah melakukannya," lirih Allena. Allena menatap gelang emas yang ditengahnya berbentuk love.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai capture the moments
Baca
+Pustaka
Aku Istri yang Tidak Dianggap

Aku Istri yang Tidak Dianggap

Dirinya tidak menyangka jika Safeea bisa melakukan hal ini. Mematikan mode merekam, Tiara beralih membuka instagrem, kemudian membuka fitur story dan merekam Safeea, yang bergerak lincah, menyesuaikan musik senam yang tengah berputar. Tidak lupa dirinya membumbuhi caption dalam video snepgrem tersebut, dengan tulisan ‘Bangga dan bahagia banget lihat bestieku sudah happy lagi. Lope ya Sapikuu’ lengkap dengan tanda love berbaris di akhir kalimatnya Ting.
9.5130.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai capture the moments
Baca
+Pustaka
Catch Me If You Can

Catch Me If You Can

"Mau ke mana, Gadis Manis?" Gracia berontak dalam kurungan orang-orang yang berhasil menangkapnya. Air matanya berderai berjatuhan. "Lepaskan aku!" raungnya tak berdaya. Laki-laki bermantel mendekatkan wajahnya ke Gracia, meraih dagu gadis itu dan langsung menciumnya. Melumat bibir ranum gadis yang terus-terusan berontak dalam cengkeramannya dengan rakus.
107.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai capture the moments
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status