Hasrat Terpendam Sang Kameramen
Erangannya bukan lagi erangan kenikmatan, melainkan desahan panjang yang terputus-putus, tanda tubuhnya yang sudah jauh melampaui batas.
Saat itulah, sebuah impuls gelap dan tiba-tiba muncul dalam benak Beni. Tangannya meraih ponselnya yang tergeletak di meja samping tempat tidur. Dengan gerakan cepat yang kontras dengan ritme tubuhnya yang lambat, ia mengaktifkan kamera, mengarahkannya padaq wajah Bu Catherine yang tengah hanyut, pada tubuh mereka yang terhubung, pada kenyataan liar yang tak boleh diingkari ini. Rekaman berjalan selama beberapa detik yang terasa abadi, menangkap erangan terakhir Catherine sebelum:
“Terus...” napasnya pendek, matanya berlinang oleh sensasi yang terlalu besar
Hot Chapters