Sabtu Malam Lisa
Ia berjalan tertatih, lelah entah sebab apa.
11.11 p.m. (pukul 11.11)
LISA
Lisa membeku di tempatnya. Angin dingin, lampu-lampu gantung, genangan darah yang mengilap, dan dua onggok mayat dalam satu koridor; di tengah-tengah itu semua, sepasang manusia berciuman. Seandainya saja ada seniman yang hadir di sini untuk mengabadikan pemandangan ini. Tentu saja, jika seniman itu benar-benar ada di sini, Lisa tak perlu mengalami ini semua, atau setidaknya, seharusnya Bu Zaitun yang berada di posisinya sekarang.
Hot Chapters