LEMBUR TENGAH MALAM
“Saya rasa iya, Mbak. Karena sejak itu, beliau sering mondar-mandir di ruang penyimpanan. Saya pernah dengar beliau bilang, ‘Kita nggak bisa biarkan ini terus terjadi.’ Tapi saya nggak tahu maksudnya apa. Lah saya sendiri hanya bertugas jaga kampus dan rumah sakit, bukan petugas macam polisi.”
Kata-kata itu membuat Gracya teringat pada pengalaman supranaturalnya beberapa minggu lalu. Saat itu, ia sedang membersihkan ruangan Bu Susan. Ruangan itu jarang dibuka sejak kematian sang pendiri, tetapi Gracya ditugaskan untuk membereskannya. Di salah satu rak buku, ia menemukan sebuah kotak kecil berisi abu kremasi. Tidak sengaja, ia menghirup sebagian abu itu, dan sejak saat itu, ia mulai mengalami
Sikat na Kabanata