Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Tebusan Paman Mantanku

Istri Tebusan Paman Mantanku

“Ya ampun. Kamu pasti sibuk sekali.” Kian terkekeh. “Iya. Sebentar lagi aku mau pergi makan siang. Bagaimana keadaanmu? Apa kepalamu masih suka pusing?” “Ya, ada pusing sedikit. Tadi Adinda membawakanku makanan sup ayam kampung. Apa namanya tadi?” tanya Laureta. Lalu terdengar suara Adinda yang menjawab. “Oh, namanya cia po.”
1018.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 525 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
PRIA JELEK ITU TERNYATA SULTAN

PRIA JELEK ITU TERNYATA SULTAN

ucap Ayahku. Pak Ridwan memang dulu pernah menjadi santri di sebuah pondok pesantren, bahkan terbilang ia juga seniornya di sana. "Kita hanya hamba Allah. Di ampuni atau tidak dosa kita hanya Allah Ta'ala yang tahu, apalagi sekarang masuk di malam suci ramadhan, yang artinya bahwa siang dan malam ada ampunan dari Allah," ucap Irpan dengan tenang dan tutur kata lembut.
108.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 324 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Desahan yang Didengar Anakku

Desahan yang Didengar Anakku

pinta Meysa menjawab pertanyaan Santi. "Sudah berapa kali aku bilang, jangan panggil aku Mba! Aku ini istri papa kamu, Mey! Panggil aku Mama," protes Santi sedikit membentak ketika menjawab pertanyaan Meysa diiringi wajah ketusnya. "Jaga nada bicara kamu, Santi! Kamu pikir kamu siapa? Kamu sudah berani berbicara dengan nada tinggi pada anak saya," lawanku segera.
1025.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 633 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Disia-siakan Suami, Diratukan CEO Tampan

Disia-siakan Suami, Diratukan CEO Tampan

tanya Nada menatap Rani dalam. Perempuan berhidung pesek tersebut menggelengkan kepalanya. "Emangnya mereka siapa?" tanyanya penasaran. "Mereka itu santri paling famous di sini, banyak santriwati yang terpesona dengan ketampanan dan kepintaran mereka apalagi Gus Zizan, selain dia anak pemilik Pesantren ini, ia juga hafidz qur'an dan sangat paham agama, mereka sangat humble dan terkadang tingkah random mereka membuat siapapun yang didekatnya selalu tertawa," jelas Nada yang sangat antusias menemceritakan tentang mereka kepada Rani.
9.95.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Di dinding, muncul satu frasa besar: “Jika kalian ingin tahu asal-usul pesantren ini, kalian harus menuliskan ulang penderitaannya.” 4. Mimpi yang Tidak Selesai Malam itu, semua santri bermimpi serupa. Mereka berdiri di halaman pesantren. Namun tidak ada bangunan. Hanya tanah merah yang menganga. Di tengahnya, sosok berjubah duduk bersila, menulis di atas tubuhnya sendiri dengan paku dan darah. “Kau tidak bisa membangun tempat suci tanpa mengorbankan sesuatu,” kata sosok itu.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

tanyanya panik. Bima mengeluarkan kertas tua yang diberikan oleh Pak Surya sebelum mereka pergi. Gambar lingkaran dengan simbol-simbol aneh tergores di sana, bersama sebuah kalimat: "Di tempat akar pertama tertanam, di sana perjanjian ditulis." “Tempat akar pertama...” gumam Bima. “Mungkin pohon tua di ujung hutan ini. Kakek sering menyebutnya sebagai tempat asal keluarga kita.”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
White Love

White Love

Aku yakin akan betah di sini. ♥️♥️♥️ Hari pertama di pondok disibukkan dengan rutinitas baru. Perkenalan dengan santri maupun maha santri, juga perkenalan dengan lingkungan. Aku masuk ke dalam golongan maha santri dan terfokus dengan hafalan Qur'an saja. Banyak santri usia sekolah dasar sampai usia sekolah menengah atas yang menimba ilmu di sini. Suasana hangat dan kekeluargaan terlihat dari cara mereka bercengkrama dan bersenda gurau. Begitupun dengan para guru yang ramah tapi tetap tegas.
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Sang Penabur Benih

Sang Penabur Benih

Celana pendek sepaha miliknya membuatku bergetar andai ia tahu. "Pagi, Vale." "Cepat lah mandi. Pakai air hangat saja." "Kenapa sepagi ini mandi?" "Aku akan berangkat awal ke Tutty Fruity untuk pembekalan kenaikan golongan. Apa kamu bisa mengantarku, tuan tampan?" Ucapnya dengan mengedipkan mata berkali-kali. Aku tersenyum lalu berlalu ke dalam kamar mandi. "Tergantung cita rasa sarapan yang kamu sajikan, Vale."
7.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Lelumban lelamising lati Landep lancip liding Lumah lemeh, lemeh lumah Lemes Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Lelakon oo…lelakon Lir pakeliran suran Lamat pangindunge nyi sinden Lelegon bumi kelairan Lemahku subur Lintangku dhuwur Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Limbung nyi buto ijo Lambe ndremimil Lambung perih ngelih Le thole Lodoken lenge gangsir Lebanana kareben ngenthir Lelepah-lelepah pakanane iwak entah. Penduduk pun bersorak sorai ramai sekali mendengar geguritan yang kocak itu. Sarni Trilili tertawa-tawa senang. Benar, memang lucu. Sambil tetap menari orang topengan itu mengedarkan topi pandannya yang bulat plus kumal. Lantas uang logam p
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
 LOVE YOU MBAK SANTRI

LOVE YOU MBAK SANTRI

Udara dingin di subuh hari, membuat siapa saja enggan bangun dari tidurnya, kugedor pintu berulang kalai, jika belum ada jawaban, aku tidak akan pergi. "Iya, Kang," jawab salah satu santri yang ada di dalam kamar. Semua santri mengantri di depan kamar mandi, berbaris rapi ada juga yang menyenderkan tubuhnya ke tembok yang sudah pudar warnanya untuk tidur. Pemandangan yang eksotis. Suasana seperti inilah, yang akan di rindukan ketika pulang dari pondok. Semuanya mengantari dan saling berbagi satu sama lain. Tolong-menolong, ada juga yang mementingkan diri sendiri tapi hanya sebagian.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status