Pesta Pembuahan
Aku menyerahkan diriku sepenuhnya, pasrah akan sentuhannya yang menyetir seluruh panca inderaku dan rasa terbang pada setiap penghujung permainan kami, benar-benar tidak bisa kulukiskan dengan apapun.
Intinya, aku tidak bisa berhenti mendambakannya lagi dan lagi, tapi terlalu malu untuk meminta sehingga aku berpura-pura jual mahal hanya demi meraih kepuasan atas tekad kuatnya menguasaiku. El membuat akal sehatku tak lagi bekerja dengan semestinya sekaligus mengaburkan wajah Mas Bagas dari benakku. Sungguh, aku sulit mengingat wajah suamiku sekarang.