LEBIH BAIK KITA BERPISAH
"Saya akan buka perban di mata anda. Tolong jangan langsung membuka mata ya. Nanti saya akan memberi aba-aba dan anda buka mata perlahan-lahan."
Aku mengangguk, tiba-tiba merasakan keinginan menggebu untuk melihat Jonas dan Biru. Kurasakan tangan lembut membuka perban yang mengelilingi kepalaku dengan gerakan perlahan.
"Nah, sekarang, buka mata anda perlahan-lahan."
Dengan dada berdegup kencang, mengantisipasi pertemuanku lagi dengan Jonas dan Biru, aku membuka mata perlahan-lahan.