Dirty Office
Di lehernya, tepat di bawah garis rahang, sebuah tanda kemerahan yang mencolok, kissmark yang dibuat Keenan dengan begitu rakus seolah mengejeknya.
"Dasar pria gila," umpat Aruna kesal. Ia membuka tas make-up-nya, mengeluarkan concealer dan foundation paling tebal yang ia miliki. Namun, saat jemarinya menyentuh tanda itu, ingatan Aruna tentang bagaimana bibir Keenan menghisap kulitnya dengan penuh tuntutan kembali berputar dipikirannya.
Tangan Aruna terhenti. Sebuah ide nakal justru muncul di kepalanya. ‘Keenan ingin aku menutupinya? Keenan ingin rahasia ini tetap aman di bawah kendalinya? Tidak akan!’