KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Sudah tau aku ini istri orang, tapi kenapa jawabnya begitu?“ ujarku cemberut. Masih dengan senyuman di bibirnya, Aric meraih tanganku dan menggenggamnya.
“Biar hatiku nggak penasaran, Khai. Sebenarnya nyesel juga, kenapa nggak dari dulu aku mengatakannya. Karena dulu kupikir kita masih kecil, eh tapi secara tiba-tiba kamu menghilang dari peradaban,“ katanya sambil tersenyum kecut.
“Iya kan karena Ayah meninggal dan aku cuma punya Paman Ismail, makanya pindah ke kota ini,“ sahutku sendu. Aric mengangguk.
“Kamu tau, Khai? Dulu setelah kamu nggak ada, setiap hari aku cari tau infomu. Walau nggak gampang, karena memang digital belum secanggih sekarang. Sampai-sampai aku inbox satu persatu akun
Bab Populer