CINTA yang TERSAKITI
“Apakah kamu berhenti bekerca, Ca? Kalau kamu merasa tidak nyaman di tempat itu memang sebaiknya kamu berhenti saja.”
Natasya mendudukan diri di kursi tunggal yang ada di hadapan papinya. “Ica, dipecat, Pi! Besok, Ica akan mulai mencari pekerjaan lagi. Papi tenang saja pasti ada perusahaan yang mau menerima Ica bekerja.”
Rona terkejut terlihat di wajah tua papi Natasya. Namun, pria itu dengan cepat dapat menguasai dirinya kembali. “Papi yakin kamu pasti mendapatkannya, Ca!”