Dirty Office
Begitu masuk, pemandangan deretan manekin dengan pakaian dalam berbahan renda tipis, sutra, hingga model yang sangat minim membuat Aruna ingin berbalik arah.
Keenan, sebaliknya, tampak sangat percaya diri. Ia berjalan menyusuri rak, jemarinya menyentuh bahan-bahan kain tersebut dengan teliti.
"Keenan, yang ini saja. Cukup beli beberapa pasang yang simpel," bisik Aruna sambil menunjuk setelan katun yang tertutup.
Keenan melirik pilihan Aruna dan mendengus remeh. "Katun? Untuk calon istri Keenan Ignazio Arkana? Jangan bercanda, Aruna. Itu terlalu membosankan."