Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan
Ia adalah pria berperut buncit yang saat ini sedang menyunggingkan senyuman tipis di bibirnya, sebuah senyuman palsu yang sengaja dipasang untuk menyembunyikan niat busuknya dalam memanipulasi keadaan.
Pak Herman menarik napas dalam-dalam, menegakkan punggung tuanya, lalu mengetukkan jarinya ke atas meja untuk menarik perhatian penuh dari ketiga sekutu serakah itu.
”Saya sampaikan bahwa posisi CEO yang sebelumnya saya pegang di kantor pusat ini, mulai hari ini akan saya alihkan seutuhnya pada Pak Pram dari Indonesia,” ucap Pak Herman dengan nada suara yang sangat lantang, tegas, dan berwibawa, memutus segala bentuk spekulasi yang ada di dalam ruangan ber-AC tersebut.