Kembali Untuk Membongkar Topeng Kepalsuan
Aku memiliki sahabat yang mulutnya semanis madu.
Namun di belakangku, dia seperti iblis.
Dia mencuri pacarku, wakil bos mafia dari Geng Topeng Hitam Cicela, dengan alasan ingin menjauhkanku dari kegelapan dan pertumpahan darah, jadi dia rela menanggung penderitaan itu untukku.
Dia menggadaikan cincin pernikahannya dan memberitahu suaminya cerita tentang membelikanku tas mewah edisi terbatas.
Dia mengambil uang dari rekening perusahaan suaminya dan menuduhku menggunakan uang itu untuk kesukaanku memanggil gigolo.
Dia sedang hamil dan masih menginginkan sensasi dan kesenangan. Jadi, dia pergi ke pesta seks dengan om suaminya dan sekelompok rekan bisnis. Lalu, akhirnya dia mengalami pendarahan hebat.
Tetapi, entah bagaimana itu semua menjadi kesalahanku. Menurutnya, akulah yang mengatur pesta mesum itu.
Dan berdalih bahwa dia mencoba menghentikanku, jadi aku mendorongnya hingga terjatuh dan membuatnya keguguran.
Pada akhirnya, suaminya mengirimku ke sarang mafia di Munasa untuk menebus dosa-dosaku.
Di sana, mereka menjualku ke rumah bordil. Pertama-tama, aku dibuat kecanduan. Kemudian, dilempar ke jalanan.
Aku melayani setiap pria di kelompok mafia, satu demi satu. Tubuhku membusuk, hingga aku mati perlahan dalam kondisi sakit dan sendirian.
Ketika aku membuka mataku lagi, aku telah kembali ke malam ketika sahabatku mengalami keguguran karena pesta kotor yang dia adakan sendiri.