Ada sesuatu yang menarik tentang bagaimana cerita Boys Love (BL) bisa menembus batas-batas medium dan budaya. Awalnya aku hanya mengenalnya dari manga dan anime seperti 'Given' atau 'Yuri!!! on Ice', tapi kemudian aku menemukan bahwa BL juga merajai dunia novel, terutama di platform web seperti Wattpad atau Dreame. Bahkan, beberapa novel BL Indonesia seperti 'Antologi Rasa' karya Ika Natassa juga punya penggemar fanatik. Yang bikin kagum, BL bukan cuma konsumsi perempuan—banyak pria yang mulai terbuka menikmati genre ini, terutama dalam format live-action atau drama Korea seperti 'Semantic Error'.
Di sisi lain, industri musik juga mulai menjajal tema BL lewat MV yang ambigu atau cerita cinta queer, seperti lagu-lagu Troye Sivan. Jadi, BL bukan sekadar 'anime dan manga' lagi—ia sudah jadi fenomena budaya yang merambah ke mana-mana, bahkan sampai ke TikTok dan fanfiction.