Ada satu cerita rakyat Jawa Barat yang selalu bikin aku merinding sekaligus kagum, yaitu legenda 'Sangkuriang'. Ini bukan sekadar dongeng biasa, tapi lebih seperti tragedi cinta yang sarat simbolisme. Bayangkan, seorang pemuda bernama Sangkuriang tanpa sengaja jatuh cinta pada ibunya sendiri, Dayang Sumbi, karena kutukan. Konon, bendungan alam Bandung dan Gunung Tangkuban Perahu itu hasil dari amarah Dayang Sumbi yang menggagalkan niat Sangkuriang membangun perahu semalam.
Yang bikin menarik, cerita ini punya lapisan filosofis tentang tabu, karma, dan hubungan manusia dengan alam. Aku pernah baca analisis bahwa danau Bandung Purba dalam cerita itu mewakili rahim, sementara perahu yang terbalik jadi gunung adalah metafora hasrat terpendam. Dulu waktu kecil, nenek suka bilang ini peringatan agar anak-anak selalu menghormati orang tua. Sekarang sebagai dewasa, aku lebih melihatnya sebagai kisah tentang konsekuensi dari nafsu buta dan pentingnya mengenali identitas diri.