Terima Jasa Sewa Sebagai Istri
Lumi Savira punya pekerjaan yang tidak bisa ia ceritakan ke sembarang orang: ia adalah istri sewaan profesional. Bisa dikontrak harian, mingguan, atau bulanan—tugasnya simpel tapi penting: menemani klien menghadapi keluarga bawel, acara sosial yang ribet, dan pertanyaan ‘kapan nikah’. Tarifnya? 5 juta per hari, mahal tapi jelas sebanding dengan kesabaran yang harus ia keluarkan.
Semua berjalan rapi. Namun rutinitasnya yang absurd itu mulai terganggu ketika suatu tawaran datang—seorang klien misterius meminta kontrak enam bulan. Lebih lama, lebih mahal, dan lebih berisiko. Tanpa disadari, Lumi mulai menghadapi hal yang tidak ada dalam kontrak: perasaan.
Karena menjadi istri sewaan itu mudah.
Yang sulit adalah menjaga hati tetap utuh, saat semuanya terasa terlalu nyata.