Kakak Ipar Rasa Pacar
"Jujur, aku sudah beberapa kali berhubungan badan. Aku sudah tidak perjaka, semua yang ada dalam tubuhku sudah pernah tersentuh oleh banyak wanita. Aku juga mengkonsumsi alkohol saat pikiranku stres, tapi sekalipun aku tidak pernah menyentuh obat-obatan terlarang. Keputusannya ... ada sama kamu, Embun. Jangan diterima kalau memang hatimu tidak mau, kamu tidak perlu segan menolak permintaan Kakek dan Papaku."
Embun bangkit dari duduk, kepalanya mendongak menatap Raka yang jauh lebih tinggi darinya.
"Andai kamu tahu kalau aku masih menyimpan perasaan untukmu," bisiknya yang membuat Raka sontak mengernyit.
"Maksudnya?!"