Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KELAMBU MERAH JAMBU

KELAMBU MERAH JAMBU

Putih-putih melati, Ali Baba Merah-merah delima, Pinokio Siapa yang baik hati, Cinderela Tentu disayang Mama Mama Mama jadi patung Hahahaha, masa Kenzy bermain itu, sih? Ya ampuuun! Ah, jangan-jangan dia MKKB? Masa Kecil Kurang Bahagia. Hahahaha! Ups, sorry? Aku nggak sedang mem-bully atau semacamnya, kok. Percayalah! Aku hanya seorang gadis manis dan baik hati yang sedang berjuang demi kebahagiaan papanya.
1020.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 639 kali sebagai kumbang kecil
Baca
+Pustaka
Sang Pewaris Pertama

Sang Pewaris Pertama

Mereka mengepalkan tangan, mengedipkan mata besar, dan berseru kegirangan, “Wow, pria kecil ini lucu sekali! Aku sangat ingin memegangnya.” Fennel dan Bangsawan Mulia Ron juga tercengang. Makhluk kecil itu terus memandang dunia luar dengan mata emas pucatnya. Kemudian, makhluk itu melompat keluar dengan ringan dari cangkang yang pecah, semuanya diselimuti cahaya keemasan. Bentuknya seperti anak domba emas pucat tetapi dengan dua tanduk merah di kepalanya. Selain itu, keempat kukunya juga berwarna merah cerah seperti sedang menginjak magma.
8.43.4M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91.1K kali sebagai kumbang kecil
Tampilkan Ulasan (597)
Baca
+Pustaka
bang jems
woe Napa muncul halaman crita yg berbeda ni wooee mana yg update ni.. huuuf kecewa bnget tanya nya.. mending kalo k gini hps aja apk bangke gak guna... di saat seru serunya Mala muncul crita yg lain emang dasar...
JP
Ijin promote thor. REVENGE menceritakan derita wanita yang tidak tahu apa-apa disiksa sampai hampir mati hanya dengan satu tuduhan, Pelakor. Bangkit dari kematian berbekal sedikit ilmu bela diri, Claudia melacak semua orang yang membuatnya menderita. Mampir kak buat reviewnya. Thanks.
Baca Semua Ulasan
Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Tanpa menunggu secepat kilat tangan dikibaskan. Di tangan kakek jelmaan dewa ini tiba-tiba tergenggam sebuah bumbung berwarna kuning dan terbuat dari emas. Bumbung yang ukurannya sebesar jari telunjuk begitu bersentuhan dengan udara berubah menjadi besar hingga seukuran lengan orang dewasa. Sambil berjingkrakan menghindar dari sabetan senjata dan pukulan lawan-lawannya Angin Pesut membuka bumbung emas itu.
98.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai kumbang kecil
Baca
+Pustaka
KEMBARAN DEWA PERANG

KEMBARAN DEWA PERANG

Kediaman Dewi Air Dalam kolam cahaya di mana Meya selalu mandi dan melakukan tugasnya sebagai Dewi Air. Terlihat Meya melepaskan semua pakaiannya. Dia mandi dalam keadaan telanjang. Tubuhnya begitu bagus dengan dada dan bagian bawah yang berisi. Belum lagi wajah cantik mungil dengan mata sayu, bulu mata lentik, hidung mungil yang mancung dan tak ketinggalan bibir mungil berwarna merah cerah seperti buah ceri. Saat dia melepaskan tusuk konde serta lerhiasan rambutnya, rambut hitam panjangnya melambai - lambai tertiup angin. Seakan sedang menari - nari dengan menggoda. Dalam kolam cahaya, Meya mengeluarkan kekuatan dalamnya sebagai pengaturan air di dunia,.
101.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai kumbang kecil
Baca
+Pustaka
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

ucap Maryamah kembali membuka pembicaraan. “Wuih, betul mba. Di kita biasa dikenal dengan Bakung kan mba ya? Itu bunga kesayangan kedua orang tuaku mba,” Diandra mencoba mengkonfirmasi bunga Lili yang disebutkan Maryamah sebagai bunga Bakung. “Iya Di. Bunga cantik ini di Jakarta biasa dikenal sebagai bunga Bakung. Selain itu, varian bunga ini juga banyak betul dan hampir semuanya cantik-cantik,” tambah Maryamah menjelaskan.
963 DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai kumbang kecil
Baca
+Pustaka
Janda Kembang

Janda Kembang

Saras melihat sekali lagi ke mata Mbok Tarni yang terlihat baik hati, Saras ingin minta tolong belikan pil KB agar dirinya tidak hamil dengan Broto. "Mbok, belikan aku obat agar aku tidak hamil," bisik Saras. Mbok Tarni tersenyum dan mengambil buntalan kecil dari balik pinggangnya, wanita yang penampilannya seperti wanita jawa kuno yang memakai kain jarik dan baju kebaya itu, memberikan Saras sebuah pil yang langsung di masukkan ke dalam mulut Saras. "Non, telan ini cepat! Non, aku juga tak sudi Non mengandung anak Broto yang kejam itu. Non wanita baik-baik, jadi aku tidak rela Non diperlukan seperti ini."
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai kumbang kecil
Baca
+Pustaka
KUBUAT MADUKU GENDUT

KUBUAT MADUKU GENDUT

Cocok untuk bikin foto mesra yang nanti dipakai memanasi Susi. Tujuannya tentu supaya Susi makin marah dan merajuk. Kalau sudah begitu mas Ragil akan panik setengah mati. Dan, di situlah kesempatanku memberi tekanan lebih pada kesepakatan hitam di atas putih. Jangan salahkan jika aku jadi mirip mafia, Mas! Kamu yamg memulai, maka aku memberi arah permainan. Katanya di sini ada berbagai taman. Diantaranya taman Air, Mawar, Perancis, Bali, Labirin, Palem, Jepang dan taman lainnya. Pasti semuanya indah.
1010.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 350 kali sebagai kumbang kecil
Baca
+Pustaka
KUKEMBALIKAN KEKASIHMU

KUKEMBALIKAN KEKASIHMU

“Lily!” panggil Flora. “Ya, ada apa, Flo? Apakah acara pertukaran cincin akan segera di mulai?” sahut Lily tersentak saat mendengarkan panggilan dari temannya Flora Amarissa Gusman yang tak lain adalah adik kandung dari Verell. “Tukar cincin bagaimana? Kamu gak lihat Anggrek kabur barusan?” tukas Flora yang menujuk ke arah Verell yang sedang tergesa-gesa mengejar tunangannya.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai kumbang kecil
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

Awas kalau nanti ketemu bakal jadi ayam geprek dia (paling omong doang). Aku memandangi lukisanku, seorang anak perempuan kecil dengan gaun plokadot merah terlihat lahap memakan awan besar yang ia duduki, ditambah pelangi diatasnya. Kurasa lukisanku biasa aja, enggak ada yang aneh atau lucu. Lalu kenapa si Oja ketawa? 
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai kumbang kecil
Baca
+Pustaka
Mati Kembar

Mati Kembar

Kubaluri udang berukuran sedang dengan tepung bubu praktis dan kucelupkan ke dalam minyak panas satu persatu hingga warnanya kuning kecokelatan lalu kuangkat ke piring sedang berwarna putih. Selanjutnya kuaduk beberapa kali nasi serta bumbunya yang dimasak di api dengan suhu sedang agar tidak hangus. Tak lama menunggu, akhirnya kedua menu telah siap kuhidangkan. Terlihat Beni dan dua putri ku tertawa bersama dengan penuh semangat. Beni pun sesekali menggelitik mereka hingga terpingkal-pingkal.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai kumbang kecil
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status