Perawan 200 Juta
Di sini aku mulai diajarkan banyak hal, mulai berpakaian, merawat diri dan juga memijat.
Setiap hari sejak tiga bulan yang lalu, aku dicekoki dengan tontonan film dewasa. Pikiran yang semula polos, mulai berangan liar. Semua pelajaran yang diberikan terekam sempurna dalam ingatanku. Tidak lupa iming-iming, baju baru, perhiasan dan juga ponsel terbaru.
Aku sudah benar-benar siap untuk nanti malam, malam dimana aku harus menyerahkan keperawananku, kepada seorang pria yang telah membeliku, yang Jenny pangil Tuan Bram itu.
Hot Chapters