Panasnya Ranjang Kakak Ipar
Kepala ranjang bergerak berirama, berdecit pelan mengikuti hentakan-hentakan yang makin cepat dan intens.
"Aku membencimu, Mas... Aku sangat membencimu karena membuatku jatuh cinta padamu..." rintih Naya di sela napasnya yang terputus-putus. Air matanya bercampur keringat, mengalir membasahi pelipis dan telinganya. "Aaaahhh... tapi aku nggak bisa... aku nggak bisa menghentikan ini... aku nggak mau berhenti..."