SETELAH KEMATIAN ISTRIKU
"Paling nyelup gak nyampe semenit, Rin! Dia loyo, Rin. Dia lemah, payah, dalam hal bercinta. Kakak ngga bisa mencapai puncak saat lakuin sama dia, Rin!"
Aku melongo dibuatnya. Baru kali ini Kak Risma terang-terangan untuk urusan ranjangnya. Aku memang belum pernah menikah dan apalagi berhubungan bad*n. Aku tidak tahu puncak seperti apa yang Kak Risma inginkan. Tapi, sependek yang aku tahu, pria yang lem4h syahw*t memang tidak bisa lama mempertahankan er3ksinya. Mungkin loyo dan lemah seperti yang Kak Risma sebutkan itu. Tapi entahlah, aku belum pernah melakukan dan merasakannya pula.
"Bentar, Kak, dari tadi gue belum cuci muka ini!" ucapku. Gegas aku turun dari tempat tidur, dan segera ke ka