Penyihir Terhebat di Dunia Lain
Teriak Camaro yang berusaha memukul Azura, tetapi Camari menghalaunya.
“Sudahlah Camaro, sabar!” seru Camari.
“Cih.” Umpat Camaro sambil membelakangi Azura dan Camari.
“Hah.”
Camari menghela napasnya sejenak.
“Omong-omong, mengapa ada harimau yang menyerangku?” bingung Azura.
“Wajar saja, lagi pula ini di hutan,” sahut Camaro.
“Hei Camaro, bukankah itu perbuatanmu?” Tanya Camari sambil menggoda Camaro.