Hayu
Jelita kesal, tangannya menggenggam erat gelas yang berada di tangannya.
"Kita lihat saja nanti, kalau sampai kamu mengingkari kata-katamu, kamu lihat apa yang akan aku lakukan, Hayu. Aku juga bisa membuatmu kalah dan bertekuk lutut meminta maaf padaku. Kamu hannyalah sebutir kelereng yang ditemukan Bisma di antara batu kerikil di jalanan, di pungut dan pada akhirnya akan dibuang, ketika sudah tidak menarik lagi,” gumam Jelita. Giginya gemeletuk menahan emosi yang sudah sejak tadi dia tahan. Jelita semakin emosi, ketika notifikasi di ponselnya menujukan pesan masuk dari Candra.
-bersambung-
Hot Chapters