23.14
Sewot Zidan mengunyel-ngunyel pipi Ana kesal.
Ana menduduki dirinya sambil memegangi perutnya, "Lagian... Anjir, ngakak, bangke, bwahahahaha..." Tawanya yang justru makin ngakak, bahkan perutnya sampai sakit. "Jatoh cuma gara-gara kucing, anjirlah, hahaha," lanjutnya yang membuat Zidan ikut tertawa melihatnya.
"Udahan ketawanya, jangan ngakak banget!" Peringat Zidan membekap mulut Ana dengan tangannya, agar berhenti tertawa. "Lagi seneng, Lo?" Tanyanya.
Hot Chapters