Satu Hari Dua Akad
“Kalau memang tidak lagi menginginkanku. Kenapa tidak kembalikan saja aku pada orang tuaku? Lebih baik seperti itu daripada harus menyimpan kebohongan bertahun-tahun, bersikap seolah aku adalah wanita satu-satunya ternyata aku adalah wanita yang diduakan. Ya, aku sadar diri dengan kekurangan yang aku miliki. Aku tidak berguna, aku tidak bisa memberikan keturunan.”
“Ma, jangan bicara seperti itu. Semua ini memang salah papa yang tergoda, papa salah. Papa menyesal, ma.” Matanya berkaca-kaca menatapku dan mencoba menyentuh tanganku.
Tok! Tok! Tok!
“Ma ….”
Kutarik nafas dalam. “Iya, Nak. Sebentar.”
“Jangan cerita apapun pada Mika!" Aku memperingati mas Dirga sebelum masuk ke kamar mandi untuk me
Bab Populer