CHAT NAKAL ISTRIKU
Aku menautkan alis memindainya dari atas sampai bawah, tidak ada yang luka, malah yang terluka adalah hatiku.
"Untuk apa ke rumah sakit, bukankah kau baik-baik saja." Kataku dengan mata memicing.
"Aku ingin cek kandungan." Namira tersenyum.
"Maaf aku tidak bisa, aku lupa ternyata aku punya urusan lain,"
Namira membuka mulutnya hendak mengatakan sesuatu.
"Kau bisa sendiri kan?"
Namira mengangguk.
***
Aku menikmati secangkir kopi di cafe dengan nuansa outdoor. Memejamkan mata sebentar, untuk menenangkan pikiran yang kacau.