TAK INGIN BERCERAI
Sepertinya aku harus melakukan saran ketiga dari Ustadz tadi, bahwa aku harus menegur suamiku karena sudah begitu kelewatan mencurigaiku dan menuduh yang tidak kulakukan.
Suamiku terus menatap Azzam dengan mata melotot, sedangkan yang ditatap tetap senyum dan tenang. Berbeda dari yang kemarin, mungkin hari ini karena baru menghadiri kajian, sedangkan yang kemarin baru menghadapi kecoa. Tentu saja beda situasi.
“Ada apa, Mur?” Kak Dea bertanya keheranan.
“Mas Galih salah paham lagi, Kak. Kayaknya aku harus terapin poin ketiga dari jawaban Ustadz tadi..” kekehku.