ANINDYA: BELIA TERPEDAYA CINTA
Aku sendiri tidak bisa mengelak, hanya bisa berdoa semoga sel telurmu tak lepas dari ovarium Nin, atau sel spermaku lemah dalam berenang dan gagal membuahi.
Mendengarnya terus merengek bak anak kecil, telingaku terusik tapi batinku terus terkulik.
"Tenanglah, besok akan ku beri obat agar kamu tidak hamil.. Jangan menangis lagi, maafkan aku.." Sesalku seraya terus menenangkannya.
Anindya, kesalahan ini adalah awal dari segalanya. Tanpa sama-sama menyadari, kisah kita telah dimulai sejak penyatuan tubuh kita semalam..
***