Dinikahi Mas Pandu
Pandu disuguhkan pemandangan itu, panas dingin, mau menerkam, masih kesal, di anggurin, sayang banget.
"Udah ah, aku mau mandi. Panas," ujar Zita sembari berjalan lenggak lenggok menggoda. Ia menutup pintu, namun dengan cepat pintu itu terbuka lagi. "Mas Pandu!" pekik Zita saat suaminya menggendong tubuh istrinya keluar dari kamar mandi, ia lalu rebahkan ke atas ranjang empuk itu. Segera melepaskan handuk yang melilit di pinggangnya, lalu, terjadilah pergulatan panas mereka.