Tukang Pijat Tampan
Ia sudah menduga pertanyaan ini akan datang.
"Saya cuma menyalurkan hawa murni, Pak," jawab Adit pelan, memilih kata yang paling sederhana agar mudah dicerna. "Waktu saya pegang pelipis Desi, saya getarkan darah yang membeku di dalam kepalanya supaya mencair lagi. Setelah encer, saya giring darah kotor itu keluar lewat jalur alami di telinga. Terakhir, saya bantu tutup pembuluh darahnya yang pecah biar tidak bocor lagi. Cuma itu."