CINTA yang TERSAKITI
“Lihat, Ca! Aku selalu membawa cincin pertunangan kita karena aku punya keyakinan. Kalau suatu hari nanti kita akan kembali bersama. Dan saat itu adalah hari ini.”
Air mata Natasya jatuh menetes, ia menggelengkan kepala. “Kita tidak mungkin bersama lagi, Raff! Sudah begitu banyak perbedaan yang terjadi di antara kita berdua. Kamu tidak percaya kepadaku, bahkan kamu tidak memberikan kesempatan kepadaku mengapa aku tidak berada di rumahmu selama beberapa hari.”