Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta yang Telah Kandas

Cinta yang Telah Kandas

Meski hidup susah, bersama orang yang kucintai membuat semuanya terasa cukup. Sekarang, setelah melewati masa-masa sulit, hati seseorang telah berubah. Aku menarik napas dalam-dalam menahan rasa perih di hati. Kucoba menuliskan pesan, menghapusnya, dan menuliskannya lagi, hingga akhirnya hanya ada satu kalimat yang kukirim. [ Nathan, kita cerai saja. ] .... Nathan pulang saat senja menjelang. Sebelum dia sempat bicara, aku langsung bertanya, "Sudah melihat pesannya?"
11.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 345 kali sebagai cerita rintihan
Baca
+Pustaka
Cinta yang Merasuk Sampai Ke Tulang

Cinta yang Merasuk Sampai Ke Tulang

Tahun ketiga pernikahan mereka, Robert menemukan tabel nilai yang dibuat Keira untuknya. Saat Robert tanpa sengaja menarik selembar kertas dari laci ruang kerjanya, jantung Keira seakan-akan berhenti berdetak. Di atasnya tertulis .... [ Di hari ulang tahunku, dia terbang ke Australia untuk menemui cinta pertamanya, kurang 5 poin. ] [ Demi menjemput cinta pertamanya di bandara, dia meninggalkanku di jalan tol, kurang 10 poin. ] [ Demi memasakkan sup untuk cinta pertamanya, dia sampai kehilangan cincin nikah kami, kurang 10 poin. ] Satu per satu tercatat dengan rapi. Di bagian paling bawah bahkan masih ada satu baris tulisan kecil. [ Kalau sudah terpotong 100 poin, harus cerai. ]
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai cerita rintihan
Baca
+Pustaka
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Sinar bulan menerangi wajahnya, membuatnya terlihat seperti ilusi. Debur ombak yang menghantam pantai terdengar begitu jelas di malam yang sunyi. Hatiku rasanya seperti tertimpa batu besar, sangat menyakitkan. Setelah waktu yang sangat lama berlalu, Ibu membuang ponselnya ke dalam laut. Lalu dia memberiku uang dua puluh ribu, memegang bahuku dan berkata padaku. "Yolanda, tolong belikan Ibu sebotol air, ya?"
8.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 340 kali sebagai cerita rintihan
Baca
+Pustaka
Cinta yang Menghanyutkan

Cinta yang Menghanyutkan

Aku menjerit, meronta, berusaha menarik resleting koper dengan kuku kaki, berharap ada jalan keluar. Namun, yang kudapat hanya hukuman tanpa ampun darinya. “Kamu bahkan sebegitu ketakutan, coba bayangkan bagaimana rasanya Enny waktu itu? Rasakan baik-baik penderitaan ini, biar kamu bisa lebih patuh.” Aku pasrah menjadi kambing hitam dari semua ini, hanya berharap dia akan melepaskanku. Hingga akhirnya, perutku mengeluarkan bercak darah dan aku kehabisan tenaga.
19.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 604 kali sebagai cerita rintihan
Baca
+Pustaka
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

"Semua itu nggak akan pernah bisa kamu berikan." Rangga terhuyung mundur beberapa langkah, seolah-olah seluruh kekuatannya baru saja direnggut paksa dari tubuhnya. Binar cahaya di matanya perlahan-lahan meredup, lalu padam. "Lintang," gumamnya lirih. "Hubungan kita selama bertahun-tahun ini, apa kamu benar-benar nggak merindukannya sedikit pun?"
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai cerita rintihan
Baca
+Pustaka
MISTERI RINTIHAN DI RUANG KERJA SUAMIKU

MISTERI RINTIHAN DI RUANG KERJA SUAMIKU

tanya ibu penasaran. Tanpa ragu Nilam menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan lalu ia menceritakan semuanya pada Ibu dari mulai ia mendengar suara rintihan di ruang kerja suaminya itu, tangisnya yang sudah tertumpah sejak kemarin itu mungkin telah habis atau kalah dengan rasa cinta yang sudah berbalik benci dan tak suka. Tak ada air mata Nilam berhasil menguatkan dirinya saat menceritakan semuanya, ekspresi wajah ibu dari mulai terkejut, kecewa hingga merasa sangat sakit seperti apa yang dirasakan anaknya.
1085.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai cerita rintihan
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN TANPA NAMA

PERNIKAHAN TANPA NAMA

" Tinta hitam dari pulpen menetes sedikit di akhir kalimat, tercampur air mata yang jatuh tanpa suara. Rin menutup bukunya pelan, memeluknya ke dada. Lalu dengan tangan lembut, ia menyentuh perutnya yang masih datar. "Aku gak akan biarin kamu ngerasain sakit kayak ibu, nak...," bisiknya dalam isak tertahan. Rumah masih sunyi. Tapi kini ada sesuatu yang hangat mengalir di dalam dirinya. Cinta. Cinta untuk makhluk kecil yang bahkan belum ia lihat. Dan cinta itulah yang akan menjadi alasannya bertahan.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai cerita rintihan
Baca
+Pustaka
Cinta Yang Tak Pernah Dipilih

Cinta Yang Tak Pernah Dipilih

“Cinta? Cinta macam apa yang tega menghancurkan adiknya sendiri? Kalau benar cinta, kenapa harus merebut bahagiaku?” Inayah ikut menangis, air matanya jatuh deras. “Aku sudah berusaha, Rin… aku berusaha menjauh, berusaha melupakan. Tapi rasa itu selalu kembali. Aku lemah… aku jatuh dalam dosa ini. Aku menyesal, sungguh menyesal…”
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai cerita rintihan
Baca
+Pustaka
Kain Basahan Basah Di Kamar Mandi

Kain Basahan Basah Di Kamar Mandi

Perlahan dia menenangkan pikiran sambil memejamkan mata. 'Ya Allah, dosa apa yang aku perbuat sehingga rumah tanggaku hancur seperti ini?' tanya Rinto dalam hati. Air matanya lepas begitu saja dari sudut matanya. Dia tidak kuasa menahan buliran air mata itu. "Maaf 'kan aku sayang. Aku juga tidak tahu kalau akhirnya seperti ini." "Jangan sentuh aku! Kamu itu nista dan sangat keji," sindir Rinto sambil menepis tangan Ririn dari pahanya.
33.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai cerita rintihan
Baca
+Pustaka
Rintihan Menggoda di Kamar Adikku

Rintihan Menggoda di Kamar Adikku

ucapku seraya mengusap ujung pelupuk mata. Bu Rini tersenyum seperti orang yang setengah mati menahan tangis. Beliau buru-buru menunduk seraya kembali menyuap sisa bakso di mangkuk. Kulihat, Bu Rini ternyata menangis hingga air matanya tumpah ke dalam mangkuk—bercampur jadi satu dengan kuah pekat berwarna cokelat kemerahan akibat sambal dan kecap. Masyaallah, Bu Rini … jangan tinggalkan aku sendirian ya, Bu. Andai kata Mas Refal pada akhirnya membuangku, izinkan aku untuk tetap menjadi anaknya Ibu. Janji ya, Bu? (Bersambung)
1023.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 740 kali sebagai cerita rintihan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status