Di Ujung Senja
Redita tampak menghela nafas panjang, "Ketika berusaha percaya dengan orang yang kita cintai, tapi ujung-ujungnya dikecewakan, itu ternyata benar-benar sakit."
Adnan diam, ia masih menatap Redita, menunggu ia melanjutkan ceritanya.
"Kalau hanya di selingkuhi mungkin sakit tapi tidak sedalam ini, tapi kalau tahu-tahu ditinggal nikah karena ngehamilin bidan magang di RS tempat dia internship, rasanya lebih pedih dan menusuk." Air mata itu kembali mengambang di pelupuk mata Redita, tamapak sosok itu kemudian menghela nafas dalam-dalam, berusaha mengurai sesak yang menghimpit dadanya itu.