Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pasumpahan Tubo

Pasumpahan Tubo

lirih Maiza. “Turun temurun penaruh itu menghantui keluarga kita, apalagi selalu mengikuti keturunan perempuan karena seperti itu sumpahnya, akan tetap menuruti tuannya sampai memang sudah pudua,[1] tidak punya anak putri lagi. Karena Ibu sangat mencemaskanmu, saya rela kamu di bawa sama Atuk Mukhtar merantau. Adik perempuanmu meninggal muda setelah panas tinggi dan kejang-kejang. Semua karena benda itu,” imbuh Maiza menjelaskan.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai cerita yang turun temurun
Baca
+Pustaka
Kontrak Jodoh Sang Penari

Kontrak Jodoh Sang Penari

Garis keturunan Adiwangsa telah dirasuki oleh energi Cakra yang sangat kuat, warisan spiritual kuno yang, jika tidak disalurkan dengan benar melalui ikatan yang tulus, akan bermanifestasi sebagai kutukan: kegagalan, kehancuran, dan akhirnya kegilaan. Kirana membalik halaman demi halaman. Ia melihat nama-nama, tanggal-tanggal, dan serangkaian kegagalan bisnis yang luar biasa, diikuti oleh kepergian misterius atau kematian mendadak. Semua insiden ini terjadi dalam siklus lima tahun. Lalu ia menemukan paragraf yang ditulis dengan goresan tinta yang lebih tergesa-gesa dan penuh ketakutan:
604 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai cerita yang turun temurun
Baca
+Pustaka
Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

Tapi jika rentang hidup mereka ratusan tahun, dan hanya memiliki satu keturunan, itu berarti laju pertambahan mereka sangat lambat. “Memang biasanya seperti itu, tapi bukan berarti harus berlaku terus seperti itu bukan? Aku pernah mengatakan ada yang sampai memiliki dua keturunan, tapi sangat jarang terjadi. Bisa jadi kita bisa memilikinya, asalkan rajin.” Rad sedang merasa sangat optimis saat ini. “Berhenti mengatakan rajin!” tegur Bree. “Kenapa? bukankah kita memang harus rajin?”
9.538.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 835 kali sebagai cerita yang turun temurun
Baca
+Pustaka
SANG MENANTU TERBUANG

SANG MENANTU TERBUANG

Senyum itu dingin, sinis, dan penuh ancaman tersembunyi. “Arya Dirgantara?” ia mengulang nama itu, seolah mencicipi sampah. “Ah, si pecundang itu. Ya, aku pernah dengar. Kabar burung mengatakan dia hanyalah sepotong sampah yang tidak berharga yang akhirnya dibuang oleh keluarganya. Kenapa aku harus repot-repot mengenalnya?”
10762 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai cerita yang turun temurun
Baca
+Pustaka
Wasiat Turun Ranjang

Wasiat Turun Ranjang

"Oiya Bi, tadi Tante nyuruh aku untuk menelepon Ibu, katanya suruh ke sini. Tante pengen ketemu, padahal baru minggu kemarin Ibu kesini." "Bilangin saja, Neng! Kasihan. Dulu Bibi juga pernah punya saudara, beliau sering menyuruh Bibi untuk menemaninya, Padahal di rumah banyak Anak-anaknya yang ikut tinggal dengannya, akan tetapi beliau sering merasa kesepian. Tidak lama setelah itu beliau wafat."
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai cerita yang turun temurun
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Dadakan Om Pewaris Tampan

Menjadi Istri Dadakan Om Pewaris Tampan

jawab singkat Singgih. Sangga menganggukkan kepalanya pelan, sudah mulai memahami permasalahan di masa lalu yang sekarang melibatkan Dania di dalamnya. Dua pria dewasa itu terdiam dengan memikirkan hal yang hampir sama. Perselingkuhan dan poligami yang dijalani tidak mewariskan harta benda yang bisa menjadi sumber penghidupan bagi keturungan mereka, tetapi justru pada akhirnya hanya mewariskan masalah dan sengketa kepada anak cucu, bahkan darah yang sama tidak mampu menghentikan niat untuk menghabisi nyawa.
1051.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai cerita yang turun temurun
Baca
+Pustaka
Orang Ketiga itu adalah Keluarga Suamiku

Orang Ketiga itu adalah Keluarga Suamiku

"Nenek kira cari perhiasan yang hilang, cari sapu saja kok kayak cari sesuatu yang berharga." "Nih mantu kamu mau nyapu nih, senang ya sekarang sudah ada menantu, rajin menantunya." Ucap nenek tersebut saat berpapasan dengan mertua Embun. Namun mertua Embun hanya tersenyum kearah nenek tersebut. Dengan penuh teliti Embun membereskan ruangan yang seperti kapal pecah itu. Alih-alih sedang menyapu, Embun mempertanyakan kepergian Toro yang pergi tak pamit.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai cerita yang turun temurun
Baca
+Pustaka
Pengantin Remaja: Dijodohkan dengan Pewaris Tahta

Pengantin Remaja: Dijodohkan dengan Pewaris Tahta

Dan kebaikan apa yang sudah papanya lakukan hingga papa mertuanya itu merasa berutang budi. Akhirnya papa mertuanya mau bercerita. Waktu itu Atala sedang pergi ke toilet sebentar. "Sebenarnya kami bersahabat dari turun-temurun." Citra mengernyit. "Maksud Papa?"
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai cerita yang turun temurun
Baca
+Pustaka
Aku Istri yang Tidak Dianggap

Aku Istri yang Tidak Dianggap

Berita-berita ini benar-benar sudah kelewatan. Bersambung …. Yuk … nantikan kelanjutan ceritanya ya kakak! Jangan lupa like, komen dan kasih bintang lima di cerita Aku Istri yang Tidak Dianggap. Dan jangan lupa follow akun author juga Happy Reading semua 💚💚
9.5129.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai cerita yang turun temurun
Baca
+Pustaka
Dewa Dewi Kerajaan Sanggabumi

Dewa Dewi Kerajaan Sanggabumi

"Kok jadi ngrasani to Romo. Macam kita ini perempuan-perempuan yang lagi petan. Mencari kutu rambut sambil menggunjing." Ayah dan anak itu tertawa bersama. Menderai memecah keheningan di saat petang hampir menjelang. Melukis sebuah kisah yang hanya tersimpan dalam buku alam. Tercetak dalam mitos dan legenda turun temurun. ***
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai cerita yang turun temurun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status