Ada sebuah kafe kecil di sudut kota yang selalu ramai di malam hari. Namanya 'Kafe Bintang', tempat di mana Aira dan Rendra pertama kali bertemu. Aira adalah seorang penulis yang sering menghabiskan waktu di sana untuk mencari inspirasi, sementara Rendra adalah pemilik kafe yang diam-diam memperhatikannya setiap hari. Suatu malam, ketika hujan deras mengguyur kota, listrik padam. Dalam kegelapan, Rendra menyalakan lilin dan mendekati meja Aira. 'Aku selalu ingin memberimu kopi spesial, tapi tidak pernah berani,' katanya sambil menyerahkan secangkir kopi hangat. Aira tersenyum, merasa ada sesuatu yang hangat selain kopi di tangannya.
Minggu berikutnya, Aira datang dengan naskah baru. Di halaman terakhir, tertulis: 'Cerita ini untukmu, yang membuatku percaya bahwa cinta bisa ditemukan di antara aroma kopi dan gemericik hujan.' Rendra membacanya dengan mata berkaca-kaca, lalu menulis balasan di bawahnya: 'Mari kita tulis bab berikutnya bersama.' Sejak itu, 'Kafe Bintang' tidak hanya ramai oleh pelanggan, tetapi juga oleh kisah mereka yang perlahan-lahan berkembang.