Terpaksa Menikahi Musuh
"Ya, ya, ya, berbangga hatilah selagi bisa. Memang aku yang mengajakmu menikah tapi kamu juga setuju, kan? Itu artinya kamu memang berharap bisa menikahiku. Kamu terlihat sangat menikmati peran ini.”
"Ya katakanlah begitu. Aku cukup senang dengan pernikahan ini. Tinggal dan makan di rumahmu secara gratis, dilayani seperti putra raja. Siapa yang tidak mau?” pria ini semakin intens ingin menyulut emosi istrinya, “Oh, satu lagi, hal yang paling membuatku senang setelah menikah denganmu adalah ... aku bisa mengusik ketenanganmu setiap saat. Oh, I love it.”
Bibir Ayana komat-kamit, kesal sekali mendengar penuturan menyebalkan Andres. Ayana tiba-tiba merasa gerah, hatinya terbakar.
Chapitres populaires