Menikah Tapi Tak Serumah
Feiza kembali bersuara, “Beberapa waktu lalu jujur aku nggak bisa menerimanya. Tapi seiring berjalannya waktu, aku mulai bisa menerima kenyataan itu, Mas. Njenengan adalah suamiku. Dan dengan segala kebaikan njenengan yang sudah njenengan lakukan untukku, mana mungkin aku mampu nggak jatuhin hatiku?!”
Tes.
Setetes air mata jatuh di pipi Feiza dan dengan cepat dihapusnya.
“Bukan aku nggak serius dengan pernikahan kita, Mas.” Feiza kembali berkata. “Tapi segala sesuatunya memang terjadi di luar rencana.” Ia melanjutkan kalimatnya. “Sejak lama, aku sudah membuat reng-rengan untuk hidupku. Aku ingin kuliah selepas SMA. Lulus S-1 dan dapat gelar sarjana. Ngejar S-2 kalau masih bisa baru kemudian
Bab Populer