Cinta Pengganti
“Kenapa juga harus buru-buru nikah? Santai ajalah, Mas.”
“Kamu bisa nyantai, aku yang nggak.”
Jatuh cinta itu, ternyata sangat merepotkan. Dan Gilang sudah merasakan hal tersebut, sejak ia menaruh hati pada Damay. Namun, sayangnya saat itu Gilang terlalu pengecut dan tidak berani mengambil langkah untuk menjadikan gadis itu miliknya.