Tunggu Jandaku, Om!
Dengan malas kududuk di bawah pohon pinus, kembali sibuk melamun berharap mendapat jalan keluar terbaik, sementara Dhea asyik bermain dengan ombak kecil yang meratakan istana pasir yang dibuatnya.
Kucoba untuk berdamai dengan keadaan, agar bisa berpikir jernih. Kupasrahkan semua pada Tuhan, laripun percuma. Apapun jalannya nanti harus tetap kulalui. Aku lelah terus menghindar.
"Ria, akhirnya aku menemukanmu!"
Suara bariton itu terdengar jelas di telingaku, suara yang sangat kuhapal siapa pemiliknya. Tapi, mana mungkin mas Reyhan ada disini?Sepertinya aku sudah mulai gila.
ตอนยอดนิยม