Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MEMORY

MEMORY

Ya gimana, tiap dia membuka jendela bukannya Surabaya yang ia lihat, melainkan jendela kamar milik Danis. Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat lima, hujan pun telah berhenti. Jordan membereskan barang-barang yang berserakan di apartemennya, sedangkan Violet sibuk dengan cucian piringnya. Setelah selesai, mereka segera turun menuju parkiran, Jordan mengantar Violet pulang. Tak lupa memberinya selimut agar tetap merasa hangat.
9.93.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai close close
Baca
+Pustaka
LEAK

LEAK

potong Arjuna sambil menutup buku dan beranjak pergi. Gayatri yang mendengar itu dan melihat Arjuna pergi hanya bisa menghela napas panjang. Tidak lama kemudian bel sekolah kembali berdering. Menandakan jam masuk untuk pelajaran selanjutnya. Gayatri pun segera bergegas meninggalkan perpustakaan. Dengan membiarkan n***l tadi tetap berada di meja.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai close close
Baca
+Pustaka
Dekat di Mata, Jauh di Hati

Dekat di Mata, Jauh di Hati

[Surat cerai Anda sudah selesai …. Pesan kedua berasal dari pria itu. [Aku menunggumu di depan kantor catatan sipil ….] Pesan ketiga adalah dari Juan. [Evelyn, pulanglah lebih awal malam ini. Aku punya kejutan untukmu ….] Pesan keempat berasal dari nomor yang tidak dikenal. [Nyonya Hansen, video yang Anda kirim ke Juan bahkan tidak sempat dia tonton sebelum dihapus. Menurutmu kenapa? Karena dia lebih percaya padaku daripada kamu ….]
36.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai close close
Baca
+Pustaka
RENDEZVOUS

RENDEZVOUS

"Oke. Saya tutup ya." Abian meletakkan ganggang telepon ke tempat semula. Ia menoleh keluar sambari menimang-nimang lagi. Apa ini bisa jadi jalan agar dia bisa meminta maaf perihal kemarin, ya walaupun 90% ucapannya tidak tajam dan tidak ada yang salah. Tapi sekali-kali mengalah, lagi pula tidak ada salahnya sedikit menurunkan ego. Abian lantas keluar dari ruangan menghampiri Kanza yang masih fokus ke komputernya. Ia mengetuk meja Kanza beberapa kali membuat Kanza menoleh kearahnya dalam ekspresi malas?
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 309 kali sebagai close close
Baca
+Pustaka
Menutup Pintu Masa Lalu

Menutup Pintu Masa Lalu

“Cukup! Jangan ribut lagi!” Peter menutup mulutku, lalu menyeretku keluar dari ruang kantor. Telapak tangannya menekan hidung dan mulutku begitu kuat, seakan ingin membuatku benar-benar mati lemas.
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai close close
Baca
+Pustaka
Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

“Mustika! Mustika!” “Dimas!” Baskara membuka setiap pintu kamar satu per satu, memeriksa setiap sudut rumah tanpa terlewat. Kosong. Sepi. Tak ada seorang pun. Aku dan anakku benar-benar sudah pergi. Tanpa sepatah kata pun. Tanpa pamit. Baskara terduduk di sofa, suasana hatinya campur aduk.
10.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai close close
Baca
+Pustaka
BEHIND

BEHIND

Jamuan istimewa dari mangsa pertama. Belum juga usai acara pembersihan badan, suara derit pintu membuatku terkejut. Aku menoleh dan berpura-pura menutup lekuk tubuh. Gegas ia melangkah, mendekat, dan mulai membuka kedua tanganku yang menutupi tiap bagian sensitif.
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai close close
Baca
+Pustaka
TimeLess

TimeLess

Jonatan sedikit menjauhkan handphone nya dari telinga karena tawa Robby yang menggelegar. “Aku tutup,” ucap Jonatan kepada Robby. Tutttt…tuttt..tutttt sambungan telphon terputus. “Jo, wah dasar yaa, tidak ada rasa terima kasih sama sekali,” gerutu Robby. Jonatan merebahkan tubuhnya ke duduknya, seutas senyuman terlukis di wajahnya. Jonatan mengambil handphone dan mengirim pesan kepada Keiko.
9.95.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai close close
Baca
+Pustaka
Unexpected

Unexpected

Helena menatap nanar punggung sang atasan yang kini telah menghilang di balik pintu ruang kerja pribadinya. Helena mengambil amplop cokelat berisi surat pengunduran diri yang telah dibuatnya di laci meja kerjanya. Helena akan menyerahkan surat tersebut kepada Felix setelah ia memberikan laporan dari divisi keuangan yang harus diperiksa oleh sang atasan. Untung saja hari ini Felix tidak ada jadwal rapat dengan siapa pun, sehingga ia bisa secepatnya menyerahkan surat pengunduran dirinya tersebut. Bahkan, ia juga akan menyerahkan kunci mobil dan apartemen pemberian laki-laki tersebut. Sebelum melangkah memasuki ruang kerja Felix, Helena menarik napasnya dalam-dalam, kemudian mengembuskannya sec
9.838.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai close close
Baca
+Pustaka
BROKEN

BROKEN

Joana bersuara. Devada bergegas bersembunyi di balik pintu kamar Joana. Derap langkah yang amat cepat membuat dia tidak bisa mengambil ponselnya di balik karpet yang terlipat. Melalui lubang kunci, ia dapat melihat laki-laki itu berjalan tanpa busana. Bahkan, tongkat kecilnya masih membengkak. Sebuah pemandangan yang menjijikan dan tidak bermoral. Pasangan mesum dokter cantik itu terus berjalan, lalu berhenti tepat di mana ponsel Devada terjatuh. Pucat pasi, darah di wajah gadis itu seolah bermigrasi ke dada, memacu jantung memompa dengan pacuan kuda. Laki-laki itu terlihat membungkuk seolah menyadari apa yang baru saja diinjaknya. Dan ketika tangan berotot itu terulur menyentuh karpet ….
109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 364 kali sebagai close close
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status