Malam Tak Terduga dengan Boss Dingin
Kalimat-kalimat itu menjelma menjadi hantu yang terus mengejarnya hingga ke kamar tidur.
Ada malam-malam kelam di mana Hanzhen hanya duduk sendirian di kursi kebesaran mendiang ayahnya hingga fajar menyingsing. Ia memandangi gemerlap lampu kota dari lantai atas gedung pencakar langitnya dengan tubuh gemetar, dirayapi rasa takut, lelah, dan kehilangan arah. Ia mulai meragukan kapasitas dirinya sendiri.
Namun, di titik terendah itu, ketika semua orang siap mendorongnya jatuh ke jurang, hanya ada satu orang yang melangkah mendekat tanpa menuntut apa-apa.