Teka-Teki yang Disembunyikan Istriku
Meskipun masih janggal di dada, tapi aku pun sudah enggan membahas soal ini lagi, yang terpenting kepercayaanku pada Lira tetap seratus persen.
"Kalau boleh, saya ingin bawa Lira pulang, Pah, Mah, Mas Gani. Kepercayaan saya pada Lira akan selalu utuh seratus persen, meskipun ada orang lain yang memfitnahnya," ungkapku membuat ibu menoleh sebentar, tapi aku mengedipkan mata seraya memberikan isyarat untuk tidak bicara lagi.
Ibu terdengar mendengus kesal, tapi ia tidak bicara lagi. Sedangkan Mama Farah, ia terlihat tersenyum dan sesekali menatap suaminya kemudian pindah ke Mas Gani.