Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dua Tuan Tampan

Dua Tuan Tampan

Bima adalah sebuah kontras yang menarik, seperti kanvas kosong yang tiba-tiba diisi dengan warna-warna cerah di antara palet monokrom. Sebuah lukisan Bima, yang menggambarkan siluet kota Jakarta dengan sentuhan fantasi, baru saja dilelang dan mencapai harga yang fantastis. Raina mendengar beberapa orang berbisik-bisik mengagumi bakatnya. Ia tahu karya-karya Bima memang unik, memadukan realisme dengan imajinasi, selalu berhasil menarik perhatian para kolektor. Raina sendiri sering terinspirasi oleh gaya Bima, meskipun impiannya adalah menciptakan gaya yang benar-benar orisinal. "Rain, kenapa ngalamun?" suara Maya tiba-tiba mengagetkannya. "Ayo, bantu bereskan piring-piring kosong di meja nomo
10959 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai contoh imaji
Baca
+Pustaka
MENANTU IMPIAN IBU

MENANTU IMPIAN IBU

Jadi gila saja sudah cantik, apalagi kalau nanti sudah sembuh dan bisa berdandan, bathinnya lagi. "Den!" Davin terkejut dengan datangnya Ima dari belakangnya. Dia lalu pergi dengan meninggalkan Dini. Sementara Ima mengelus dadanya. Dia tau betul siapa Davin. "Bu, sini!. Kupu-kupunya lepas terus." Ima tersenyum, lalu dia berjongkok, berusaha menangkap kupu-kupu untuk Dini. "Hup!" ditangkapnya satu kupu-kupu. "Dapat."
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai contoh imaji
Baca
+Pustaka
Bayangan Kelam

Bayangan Kelam

Beberapa karya menggambarkan pemandangan alam, sementara yang lain menampilkan potret manusia dengan emosi yang begitu nyata. Salah satu lukisan menarik perhatian Anisa. Lukisan itu menggambarkan seorang wanita berdiri di tengah badai, dengan wajah yang menampilkan keteguhan meski diliputi kesedihan. “Sepertinya ini mencerminkan perasaanmu,” kata Roy sambil tersenyum. Anisa mengangguk pelan. “Mungkin, tapi aku ingin percaya bahwa aku seperti wanita itu, kuat, meskipun badai terus menghantamku.”
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai contoh imaji
Baca
+Pustaka
Cinta dan Impian

Cinta dan Impian

Brukkk Debi tersadar dari pikirannya saat menyadari jika dirinya menabrak seseorang. Saat itu Debi melihat seorang laki-laki yang tengah berdiri di depannya. Laki-laki itu memberikan tatapan menakutkan saat bajunya basah karena ke tumpahan minuman. "Ma-maaf Mas." "Maaf kamu bilang? Apa kamu tidak punya mata sampai menabrakku? Lihat, bajuku jadi basah kuyup seperti ini."
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai contoh imaji
Baca
+Pustaka
Selubung Memori

Selubung Memori

ipis—semua bagian wajah. Begitu juga dengan anatomi manusia—sampai otot dan daging. Kau harus tahu imajinasi itu hal kompleks. Imajinasi datang dari hal yang sudah pernah dipelajari. Kau ingin mengimajinasikan hutan, berarti kau harus tahu wujud hutan. Kau ingin mengimajinasikan bangunan, berarti kau harus tahu wujud bangunan. Singkatnya, kalau kau ingin mengimajinasikan satu senjata, kau harus mempelajari senjatanya lebih dulu.” Hela sepertinya baru sadar. Aku, Lavi, dan Reila juga terpukau. Gagasan ini langsung tepat sasaran ke hal yang kami cari. “Poinku di sini—Hela, kau belum mengerti subjek yang ingin kau panggil,” ucap Nuel. “Tapi kau sudah berusaha memanggilnya. Tentu saja kau kesuli
1019.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 462 kali sebagai contoh imaji
Baca
+Pustaka
Menantu Buruk Rupa Idaman Oma

Menantu Buruk Rupa Idaman Oma

Tetapi aroma parfum tak asing walau bercampur, dengan aneka aroma dari alam semu-semu mampu Theresia kenali. Pembaca fiksi yang hobi meneliti antagonis, mungkin telah hafal apa yang akan dilakukan Mama Sean. Layaknya buku ajaib dengan gambar seakan-akan mampu bergerak-gerak di jajanan main bocah SD 2000-an. Dengan gesit Mama Sean mengubah ekspresi wajahnya. Mengesampingkan sejenak rasa penasaran dan curiga yang membuih. "Siapa anda? Ada perlu apa anda ke kediaman saya?"
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai contoh imaji
Baca
+Pustaka
Diantara Imam dan Ibu

Diantara Imam dan Ibu

Jawab Salsa ngasal, ia tidak tahu harus menyebutkan judul film apa lagi. “Kirain kamu bakalan nangis habis nonton film itu. Kamu kan cengeng.” Canda Imam sambil menahan tawanya, ia tahu Salsa tidak suka dikatai cengeng. “Enak aja! Gue gak cengeng ya.” Balas Salsa tidak terima. “Selain cengeng, kamu juga gampang blushing ya.” Tidak Salsa sangka jika Imam akan menyerangnya dengan cara ini. Ia jadi bingung dan gelagapan sendiri, Apa tadi Salsa blushing saat Imam menembaknya?
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai contoh imaji
Baca
+Pustaka
Paralaks Semesta

Paralaks Semesta

"Tapi seseorang itu tidak akan berimajinasi jika tidak terpancing dari kisah kehidupan nyata bukan?" "Seperti itulah imajinasi. Kau bebas bermain dengan imajinasi. Kau boleh membayangkan dirimu menjadi pilot yang menerbangkan 5 pesawat sekaligus. Kau bisa berimajinasi tentang Ansel yang tiba berubah menjadi kodok. Atau bisa jadi kau benar benar membayangkan seperti apa hidupmu jika kau ganti nama dari Demitria Scarletta menjadi Celine Dion"
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai contoh imaji
Baca
+Pustaka
O, Yang Mulia!

O, Yang Mulia!

Ia merapal sihir kedua, “Exhibio!” Sebuah denah tiga dimensi (3D) muncul di atas lingkaran sihir berwarna putih-emas, persis seperti teknologi hologram. Denah itu menggambarkan keadaan ruangan dan seisinya, termasuk posisi O dan enam buah stalakmit yang masih tegak di ruangan itu. Bahkan, mayat-mayat imp yang berserakan juga ditampilkan dalam denah tersebut. Saat O mencoba bergerak maju, model dalam denah 3D itu juga bergerak maju. O bisa memutar dan membolak-balikkan denah 3D itu sesuka hatinya. Sayangnya, O tidak bisa memberi nama ruangan itu.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai contoh imaji
Baca
+Pustaka
CALON MERTUAKU

CALON MERTUAKU

Aku mengusirnya, tapi dia malah mendekat begitu cepat dan menindihku hingga aku ada di bawah di diatas. Mulutnya terbuka, mulutku juga. Dia memutahkan cairan hitam busuk dan membuatku terpaksa menelannya. Seketika mataku terasa berkunang-kunang dan aku seperti berada di tempat lain. “Hai, aku Ima.” Ada yang mengenalkan diri padaku. Bersambung …
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai contoh imaji
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status