Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jagoan Kampung Merantau Ke Kota

Jagoan Kampung Merantau Ke Kota

Sahut sang polwan dengan nada yang serba salah. “Aku hanya menjalankan tugas.” “Tugas sih tugas, tapi paling tidak kamu kan bisa melepaskan aku!” "Hekal, sayang.., kamu tuh salah. Kamu sudah melanggar lampu merah. Itu bahaya, Sayang!” “Iya aku tahu itu bahaya, tapi ya jangan kamu tilang dong! Diomongin juga aku ngerti!” “Kalau aku hanya sekedar ngomong, kamu pasti tidak akan mendengarkan aku! Makanya kamu aku tilang, supaya kamu selalu ingat bahayanya melanggar lampu merah.”
1046.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai contoh kalimat larangan
Tampilkan Ulasan (9)
Baca
+Pustaka
Ayusqie
Selamat datang kk pembaca di novel Jagoan Kampung Merantau ke Kota. Jangan lewatkan jg karya sy yg lain: - ABANG OJEK VS IBU POLWAN (highly recommnded nih) - SUSAHNYA JADI MAS JOKO. Terima kasih kk semua. sehat selalu
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Satria Idaman Wanita

Satria Idaman Wanita

Dia menunjuk ke arah Pasal Tiga dengan senyum yang makin nakal. "Terus di Pasal Tiga ini. Dilarang keras ninggalin jejak merah, biru, atau warna pelangi di leher," Kiki membaca ulang kalimat itu dengan nada mendayu dayu. "Yah, kalau warna merah sama biru dilarang... gimana kalau bekas gigitan doang yang transparan dan gak berbekas warna? Atau cap bibir yang sengaja disembunyiin di tempat yang ketutup baju? Kan di surat ini spesifik cuma nyebut leher sama warna tertentu. Berarti sisanya bebas dong?"
1037.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai contoh kalimat larangan
Baca
+Pustaka
Tunangan Kontrak Sang CEO

Tunangan Kontrak Sang CEO

Sinta mengubah paragraf kaku menjadi kalimat yang bisa dibaca di layar ponsel tanpa membuat dahi berkerut. Semua berjalan relatif mulus sampai kabar tidak sedap menyelinap lewat jalur yang lain. Di beberapa departemen, beredar sebuah memo yang tampak resmi: kop perusahaan, bahasa formal, judul besar—Larangan Keras Interaksi Naya dengan Investor & Tim Keuangan. Di bawahnya tertera nama Arga dengan tanda tangan. Dua menit kemudian, chatroom internal gaduh. “Loh, bukannya tadi diangkat lead?” “Kok CEO menandatangani larangan?” “Ini kebijakan baru lagi?”
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai contoh kalimat larangan
Baca
+Pustaka
Legenda Pendekar Keris Naga Perak

Legenda Pendekar Keris Naga Perak

Pesan itu terukir dengan jelas dan tegas, seolah-olah mengancam siapa pun yang berani melangkah lebih jauh. Dengan hati-hati, Mada dan Sari mendekati batu itu dan membaca pesan yang terukir di sana. Pesan itu berisi pantangan yang meminta mereka untuk berhenti dan tidak melanjutkan perjalanan mereka ke arah yang tidak diketahui. Pantangan itu menyatakan bahwa mereka telah mencapai batas terakhir dari wilayah yang diperbolehkan untuk dijelajahi, dan melangkah lebih jauh akan membawa konsekuensi yang serius.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai contoh kalimat larangan
Baca
+Pustaka
Membawa Lari Anak Kembar CEO

Membawa Lari Anak Kembar CEO

“Yah beraninya kamu—“ “Diamlah!” potong wanita lain yang duduk di sebelahnya, menyenggol pinggangnya agar dia sebaiknya menutup mulut alih-alih bicara. “Jangan membantahnya!” lanjutnya dengan suara berbisik yang masih sama yang bisa didengarkan oleh Lara. “Kalau aku mendengar masih ada ucapan-ucapan seperti ini lagi, aku akan pastikan kalian mendapatkan ‘penghargaan’ yang setimpal!”
9.9188.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.2K kali sebagai contoh kalimat larangan
Baca
+Pustaka
Dapatkan Mansion di Awal

Dapatkan Mansion di Awal

Gerakan Chu Nan sangat terlatih dan cepat, tidak ada sedikit pun keraguan saat menyerang—berbeda dengan para satpam yang saat bertindak masih hati-hati. Mereka khawatir akan menimbulkan masalah yang tidak perlu di kemudian hari. Chu Nan berbeda. Dia tidak peduli dengan masalah itu, tidak ada yang membuatnya perlu khawatir ke belakang. Terutama karena orang-orang itu tadi mengucapkan tiga kata terlarang yang tidak bisa diterima siapa pun dari Negeri Naga. Itu satu-satunya kalimat yang benar-benar membuat Chu Nan marah.
1013.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai contoh kalimat larangan
Baca
+Pustaka
MENJADI ORANG KEDUA

MENJADI ORANG KEDUA

Mata mas Rendra yang sadar arti dari laranganku, membesar dan jadi diam untuk kalimat lanjutanku, "kamu tidak usah datang." Kalimat yang ku ucap meninggalkan rasa pahit bagiku yang tatapannya bertemu dengan mas Rendra yang wajahnya begitu dekat. "Jangan datang, Mas." Sementara kalimat larangan kembali ku perdengarkan pada mas Rendra yang masih terkejut.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai contoh kalimat larangan
Baca
+Pustaka
Ahli Waris

Ahli Waris

Tapi, ada segi positifnya kita bisa mengetahui larangan yang memang berbahaya. “Baiklah, silahkan masuk,” kataku pelan. Cinta sudah memasang wajah kaku menatap semua wanita yang kali ini membalas tatapan Cinta. Perasaanku sangat tidak enak. “Begini, Nyonya. Jadi, anda tidak boleh duduk di tengah pintu karena akan mendapat halangan saat melahirkan. Tidak boleh membunuh binatang, agar bayi tidak cacat nantinya, tidak boleh membatin seseorang, karena anaknya ditakutkan akan sama. Hmm …,” kata wanita itu membuat Cinta menatapku resah.
9.7418.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.1K kali sebagai contoh kalimat larangan
Tampilkan Ulasan (125)
Baca
+Pustaka
Esi Apresia
Hai semua makasih yang sudah menunggu Mas Agus. Mulai besuk akan up setiap hari dua bab yaaaa. Selamat membaca dengan kisah perjuangan Agus dan Cinta dalam melahirkan ahli waris dan semua masalah rumitnya.
Adista Tanuwijaya
ada novel cetaknya gk kak?mahal kl baca disini tiap bab tuker koin tiap bab tuker koin,buat yg gemar baca tp bnyk duit mungkin gk masalah tp buat yg gemar baca tp kekurangan gimana?bisa baca gk bisa mkn ini mah.
Baca Semua Ulasan
Diceraikan Karena Mandul, Anak Jeniusku Bikin CEO Berlutut

Diceraikan Karena Mandul, Anak Jeniusku Bikin CEO Berlutut

"Nyalakan musik. Aku mau lagu 'Papa Jahat'." Arka tidak tahu lagu itu. Jr mengeluarkan tablet, menyetel lagu. Liriknya: "Papa jahat, buang Mama, sekarang Papa jadi supirku..." Darah Arka mendidih. Tapi ia ingat pasal 19: dilarang membentak anak. Denda lima ratus juta. Mobil melaju keluar mansion. Gerimis Jakarta menyambut mereka.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai contoh kalimat larangan
Baca
+Pustaka
Istri Ganas Sekte Iblis

Istri Ganas Sekte Iblis

“Asalkan lawan tidak mengucapkan kata terlarang, maka nyawanya akan baik-baik saja, minimal hanya patah tulang dan pingsan. Kalian tentu sudah tahu apa kata terlarangnya, kan?” Rekan-rekan di samping penonton yang baru saja bicara itu mengangguk dan merasakan tengkuk mereka merinding jika teringat insiden-insiden berdarah di arena akibat kata terlarang yang dilanggar di depan Pasangan Iblis Ganas. Namun, sepertinya ada orang dari kota lain yang belum paham mengenai kata terlarang itu. Dia terbang masuk ke arena begitu Zhang Yulan membuka tantangan.
9.929.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 596 kali sebagai contoh kalimat larangan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status