Jangan Baca Novel Ini!
"Bentar, ini orang maksudnya apa sih? Semalam ngancem mau laporin polisi, pagi ini malah ngirim sarapan sehat begini?"
Aku menatap kotak bekal itu dengan perasaan aneh yang menjalar di dada, antara bersyukur dapat makan enak gratis dan waspada takut ada racunnya.
Sungguh sebuah ironi yang sangat menggelikan kalau dipikir-pikir lagi nasibku saat ini.
Aku sempat menjadikan Argan sebagai inspirasi tokoh fiksi dalam novelku, aku mengatur hidupnya sesuka hatiku dalam tulisan, membuatnya melakukan adegan-adegan liar yang ada di kepalaku.