Resep Rahasia Sang Pecundang
“Kau dengar aku. Ulangi. Lagi. Dan lagi. Sampai setiap piring yang kau hasilkan punya rasa, tekstur, dan aroma yang seratus persen sama. Sampai tanganmu bisa bergerak tanpa perlu kau pikirkan. Sampai sihir di tanganmu itu menjadi otot, bukan lagi kebetulan.”
Maka, dimulailah tiga hari paling melelahkan dalam hidup Radit. Malam demi malam, warung kecilnya berubah menjadi sebuah dojo penyiksaan kuliner. Di bawah tatapan tajam Luna, ia memasak nasi goreng yang sama berulang-ulang.
Piring kesepuluh, nasinya sedikit terlalu kering.
“Fokus pada kelembapan nasi sebelum masuk wajan! Ulangi!”
Bab Populer