Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DENDAM

DENDAM

Mamah menatap lekat kearahku. "Raka, Mamah takut kehilangan Papah!" lirihnya, terisak pelan. "Mah, sudah ya! Jangan berpikir macam-macam. Kita doakan saja, semoga Papah segera di beri nikmat sehat kembali." Mamah menyeka pelan air matanya, melihat kepala Papah yang kini kena perban. Sebab mengalami luka robek, akibat pingsan di kamar mandi tadi.
1024.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 764 kali sebagai d'masiv rindu setengah mati
Baca
+Pustaka
Dimadu Saat Koma

Dimadu Saat Koma

ucapnya seraya tertunduk lesu. "Aku sendiri gak tau, mas. Kiranya apa yang bisa membuat sakit ini menghilang. Kamu tau cara memperbaiki kaca yang sudah retak?" sahutku seraya menariknya agar berdiri. Mas Adnan memegang kedua bahuku. "Inara!"
5.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai d'masiv rindu setengah mati
Baca
+Pustaka
Setelah Bapak Tiada

Setelah Bapak Tiada

Fuji di samping Emak, memangku bahu Emak, mengusap-usap memberikan ketenangan. "Rindu mengalami kecelakaan, dagunya luka robek cukup dalam. Sehingga harus dijahit ya, 5 jahitan luar, 7 jahitan dalam. Lalu, sudah dilakukan operasi tadi karena tulang rusuk Rindu ada yang retak. Sementara ini, kondisi sudah bisa dikatakan stabil, masa-masa kritis sudah berhasil kita lalui. Berkat do'a dari orang-orang yang menyayangi Rindu. Semangat pulih ya, Rindu." Kata dokter tersebut, aku mengenal beliau karena pernah menjadi dosen tamu saat semester dua dulu. "Dokter bercanda, 'kan?" kataku dengan geraham terkatup. "Saya harus ke Kuala Lumpur minggu depan, Dok!"
1037.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 867 kali sebagai d'masiv rindu setengah mati
Baca
+Pustaka
Ah, Jangan Kakak Ipar

Ah, Jangan Kakak Ipar

“Biarin alat pumping yang bekerja.” Risa mengangguk paham, tangannya mengatur ritme yang paling rendah, agar ia sedikit nyaman. Ia menggigit bibirnya, merasakan ada yang mengapit dadanya. “Mas ...,” suaranya parau, hampir tak terdengar. Damar mendongak cepat. “Kenapa? Sakit lagi?” Risa menggeleng lemah, tapi napasnya kacau. “Sakit ... rasanya sakit ... Mas ... bentar ....”
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai d'masiv rindu setengah mati
Baca
+Pustaka
Godaan Hasrat Pria Terlarang

Godaan Hasrat Pria Terlarang

Matanya mengerjap berusaha untuk tidak melihat ke satu titik yang membuat pikiran dan batinnya berteriak. "Om, nggak papa kan? Masih sesek nggak?" tanya Indy yang sudah sampi di samping ranjang Dimas dan menyentuh kening Dimas berusaha menerka-nerka apakah suhu tubuh Dimas normal. "Nggak panas Om, tapi kok ...." Indy menatap wajah Dimas yang entah kenapa terlihat lebih merah, "Muka Om kok merah banget, Om kaya orang demam ... ah ...."
10986 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai d'masiv rindu setengah mati
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Istri CEO

Pembalasan Dendam Istri CEO

ujar Rindu dengan polosnya. "Rindu. Rindu kamu lihat deh ada badut di sebelah sana" Dimas yang sengaja mengalihkan perhatian Rindu agar melihat ke arah lain dan ia bisa mencopot sehelai rambutnya Rindu Untuk bisa ia jadikan sampel DNA untuk tes DNA nantinya. "Mana Om, mana? kok nggak ada sih Rindu kok nggak bisa lihat?" Rindu yang polos dengan mudah termakan oleh akal bulusnya Dimas.
1017.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 690 kali sebagai d'masiv rindu setengah mati
Baca
+Pustaka
RINDU SUAMI ORANG

RINDU SUAMI ORANG

RINDU SUAMI ORANG [Mas, kapan kamu ke rumah lagi?] Pesan yang aku kirimkan melalui chat W******p terkirim dan telah dibaca oleh Mas Reno. Ia pun terlihat sedang mengetik pesan. [Malam Jum'at, kamu di rumah sendirian, kan?] Balasannya membuatku senyam-senyum sendiri membacanya. [Ada, Mas. Nggak sabar nungguin malam Jum'at, aduh Mas sampai kapan aku dihalalin, nih. Bikin dosa melulu, aku takut.] balasku dengan disertai emoticon tertawa.
1017.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 671 kali sebagai d'masiv rindu setengah mati
Baca
+Pustaka
Rindu Yang Terpendam

Rindu Yang Terpendam

Ia mendapatkan banyak peluang untuk membalaskan dendamnya pada Zahra dan Evan. Pukul 13.00 Rini pun hendak berangkat bersama dengan mamanya. Tiba-tiba saja wanita paruh baya itu merasakan kantuk yang luar biasa. "Rin ?" Ucapnya memanggil Rini sambil duduk di sofa." "Iya mah, loh mama kenapa ?" Tanya Rini panik. "Sepertinya mama tidak bisa ikut ke rumah sakit nak, kepala mama terasa berat sekali, kamu saja ya yang pergi."
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai d'masiv rindu setengah mati
Baca
+Pustaka
Rindu yang Terluka

Rindu yang Terluka

Suara Rinjani bagai air es yang menyejukkan hatinya. "Wa'alaikumsalam. Mas pakai nomer baru. Kamu simpan ya. Mulai sekarang, mas akan menggunakan nomer ini untuk menghubungimu. Kamu sudah di klinik?" "Iya. Keadaan Mas bagaimana?" Terdengar suara Rinjani bergetar dan serak. Seperti sedang menahan tangis. "Sudah jauh lebih baik." "Kaki mana yang sakit?" "Sebelah kanan. Ini sudah mendingan."
9.9190.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.2K kali sebagai d'masiv rindu setengah mati
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status