Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jarak Rindu

Jarak Rindu

Ia sudah mulai merasakan gatal di tangannya dan jarinya tidak cukup panjang untuk menyusup masuk ke dalam gips dan menggaruk bagian yang gatal. Namun, saat ini hal yang paling mengganggu bukan tangannya yang gatal, tapi napasnya sendiri yang mulai terdengar… tidak stabil. Semenjak jatuh, asmanya kambuh setiap hari membuatnya sangat bergantung pada inhaler. Naya mulai frustasi. Jangan tumbang. Jangan sekarang. Jangan di kantor. Naya bangkit, berniat kembali ke meja Keira. Tapi baru dua langkah, lututnya goyah. Penglihatannya berbayang.
10700 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as d'masiv rindu setengah mati
Read
+Library
Lelaki Yang Kau Pamerkan Itu Suamiku

Lelaki Yang Kau Pamerkan Itu Suamiku

Aku tidak sepenuhnya berbohong, baru dua hari yang lalu kondisi Mas Damar membaik, tidak flu dan bersin-bersin lagi. “Oh gitu, jad-” Pintu kamar terbuka. Mas Damar keluar kamar hanya mengenakan sarung membiarkan bagian atasnya tidak tertutupi apapun. “Ya ampun … roti sobek.” Aku tersentak mendengar Bu Rt bergumam. “Mas!” Saat aku berteriak, Mas Damar yang masih setengah sadar itu membuka matanya lebar-lebar, tangannya menyilang di depan dada dengan refleks lalu kembali masuk ke dalam.
1027.7K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as d'masiv rindu setengah mati
Read
+Library
Kubalas Penghianatanmu Mass

Kubalas Penghianatanmu Mass

Di sebrang sana terdengar suara seorang wanita paruh baya juga namun terdengar seperti sedang sakit. "Halo Marwah" "Halo Rindi, ada apa? Tumben banget kamu nelfon" "Kamu lagi sakit? " "Eh, kelihatan banget ya? Iya nih, tapi mas Bagaskara lagi nggak di rumah. Ada perjalanan bisnis. Haha kamu pasti faham dong"
4.8K viewsOngoingAdded to Library 152 Times as d'masiv rindu setengah mati
Read
+Library
Bapakku Dukun

Bapakku Dukun

Part 59 Kak Dimas! Mila! Mereka berdua sama-sama mematung. Tak ada satu kata pun terucap. Hanya sorot mata yang saling beradu memancarkan rindu. Ada rasa bahagia yang begitu hebat. Sesaat Mila melupakan cincin yang tersemat di jari manisnya. "Mil!" Ummi mengagetkan mereka berdua. Dimas menoleh cepat. Pandangan Ummi tampak berbeda.
1076.1K viewsCompletedAdded to Library 2.9K Times as d'masiv rindu setengah mati
Read
+Library
Pesona Paman Seno

Pesona Paman Seno

Kamar mandi yang ada di bengkel Seno masih dalam proses perbaikan. Setelah selesai membenahi diri, Rindu kemudian hendak beranjak dari posisi duduknya. Tapi gadis itu dibuat meringis karena merasakan sakit pada pangkal pahanya. "Awsshh.." ringis Rindu menggigit bibir bawahnya. Rasanya benar-benar perih. Seno yang tadinya sedang membersihkan sofa bekas tempat permainan mereka lantas menoleh dengan khawatir.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 25 Times as d'masiv rindu setengah mati
Read
+Library
Dompet Tak Terbatas

Dompet Tak Terbatas

Ranjang itu terlalu besar jika hanya dipakai berdua. Dimas mengecek jam hampir tengah malam. Ia menghela napas. Tubuhnya lelah, tapi hatinya terasa ringan. Ia memilih duduk di kursi goyang di ruang tamu, lalu menuangkan segelas anggur Vosne-Romanée Premier Cru yang tadi sempat mereka buka namun belum habis.
3.9K viewsCompletedAdded to Library 134 Times as d'masiv rindu setengah mati
Read
+Library
Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

[ITEM SECURED: MASTER KEY 1 (MURIM SERVER CORE)] [WARNING: HOST ENVIRONMENT DESTABILIZING] Di sudut ruangan, Jian—sang Setengah Dewa—menggelepar di lantai kayu. Jeritannya tidak terdengar seperti manusia lagi, melainkan seperti suara kaset yang diputar terbalik dan rusak. Urat-urat di wajahnya yang tadinya memancarkan Qi suci kini dipenuhi garis-garis merah neon korup akibat malware yang diinjeksi Rick.
1023.0K viewsCompletedAdded to Library 895 Times as d'masiv rindu setengah mati
Read
+Library
Secangkir Teh Untuk Suamiku

Secangkir Teh Untuk Suamiku

“Pasiennya... stabil. Tanda vital normal. Tapi wajahnya sangat pucat. Bibir agak kering. Dia bilang merasa mual dan seperti ada sensasi terbakar di kaki.” Janu membaca cepat sambil mengangguk. “Gejala umum. Mungkin efek samping dari suplemen atau asupan tinggi logam.” Rindu tidak menanggapi pernyataan medis itu. Ia justru menatap Janu, dan berkata dengan nada pelan namun mantap. “Tapi Mas... saya takut.” Janu mengangkat alis. “Takut?” Rindu menarik napas. “Aku tidak bisa menjelaskan. Tapi waktu aku sebut nama Mas, dia langsung menatap saya. Bukan marah. Bukan curiga. Tapi seperti... dia sudah tahu.”
104.9K viewsCompletedAdded to Library 150 Times as d'masiv rindu setengah mati
Read
+Library
AKU SANG ISTRI BOSS

AKU SANG ISTRI BOSS

Mas Rama juga berdiri di sebelah Rindu, Kasih dan Mas Bagus. Dari cat warna merah muda itu aku tahu, aku sedang berada di kamar rindu. Tanganku meraba ke dahi yang tadi tergores, sudah ada seperti perban. "Kata dokter lukanya nggak fatal kok, Mbak. Tapi cukup dalam, itu tadi tiga jahitan." "Mas Rama," ujarku lirih seraya meminta tanganku dipegang olehnya. Ia mengerti dan langsung meraih tanganku.
9.729.8K viewsOngoingAdded to Library 833 Times as d'masiv rindu setengah mati
Read
+Library
DANYANG

DANYANG

Panas teh dari dalam gelas menghangatkan telapak tangannya yang dingin. Gerakan Dimas terkesan kaku karena cowok itu pun memiliki lebih dari lima luka di tubuhnya. Yang paling jelas adalah luka di siku. Kaos lengan panjang yang tadi Dimas pakai terpaksa dipotong bagian lengannya agar dokter bisa memberikan pengobatan untuk luka-luka di sana. Begitu Dimas duduk di sampingnya, Dayu bisa menghirup aroma amis darah yang khas.
107.0K viewsOngoingAdded to Library 215 Times as d'masiv rindu setengah mati
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status