Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dua Titik (Dilamar CEO Dinikahi Dosen)

Dua Titik (Dilamar CEO Dinikahi Dosen)

terang Indah sambil meraih gelas yang berisi kan milkshake untuk diminumnya. Mendengar pernyataan dari Indah, mereka segera berselancar di browser gawai mereka masing-masing. "Disini menjelaskan penyakit tersebut adalah kelumpuhan sementara karena ada gangguan beberapa otot dalam tubuh." Wanita cantik memakai baju berkerah tinggi menjabarkan pengertian penyakit yang diucapkan oleh Indah. "Kurang lebih itu yang aku dengar dari penjelasan suster yang menangani Riri," jawab Indah seadanya.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as d'masiv rindu setengah mati
Read
+Library
ISTRI LUGU MANDOR TAMPAN

ISTRI LUGU MANDOR TAMPAN

Aku menjadi terlalu antusias hingga tanpa sadar mempererat genggaman tanganku, yang langsung membuat Rindu meringis kesakitan. “Eh, ish, sakit Mas ....” “Maaf, sayang, aku terlalu bahagia.” Segera aku kecupi tangan lentik itu seakan ingin menawarkan rasa sakitnya. “Mas, bagaimana dengan kandunganku?” tanya Rindu dengan mengunggah rasa khawatirnya. “Semuanya baik-baik saja Rin, Alhamdulillah ....”
9.664.3K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as d'masiv rindu setengah mati
Read
+Library
AIR MATA RINDU

AIR MATA RINDU

Tolong ampunilah dia, Tuhan . Tiba di rumah sakit, Mas Janu langsung membawaku untuk menemui salah satu temannya yang merupakan dokter kandungan. Aku pun langsung menjalani pemeriksaan dan menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan. "Hem, kalau dihitung dari HPHT, usia kandungan Bu Rindu ini sudah mau masuk tujuh minggu. Alhamdulillah semuanya normal. Ibu cuma perlu istirahat yang cukup dan jangan stres. Jangan lupa atur pola makan dan minum vitamin juga, ya."
1013.7K viewsCompletedAdded to Library 451 Times as d'masiv rindu setengah mati
Read
+Library
MENJADI ORANG KEDUA

MENJADI ORANG KEDUA

Aku menarik flass yang langsung membuat kamar mandi berisik. "Kurasa aku tidak selemah itu, Runi." Balas mas Rendra terus mengusapi punggungku yang perutnya seakan diaduk-aduk tanpa rasa! Sungguh, alkohol yang Damar berikan semalam efeknya luar biasa, meski itu hanya tiga teguk. "Merasa lebih baik?" Aku yang sudah mengeluarkan seluruh isi perutku merasa lemah, kurasa ini hang over terburuk yang pernah kurasakan, "tidak sama sekali, Mas."
103.0K viewsCompletedAdded to Library 116 Times as d'masiv rindu setengah mati
Read
+Library
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

Suara irisan memenuhi ruang, ritmis seperti musik latar percakapan yang belum dimulai. Rani menatap gerak tangannya. “Kau jadi lebih hati-hati sekarang.” Dimas tertawa kecil. “Setelah memotong jariku dua kali minggu lalu, ya, tentu saja.” Ia menunjuk bekas luka kecil di ujung jarinya. Rani tersenyum samar, lalu berkata, “Lucu. Dulu kita bahkan tidak sempat tertawa karena hal-hal kecil seperti ini.”
1.1K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as d'masiv rindu setengah mati
Read
+Library
Pembantu Cantiknya Tuan Muda

Pembantu Cantiknya Tuan Muda

Raut kesedihan di wajahnya tergambar begitu jelas. "Mas, kenapa diam?" Nurmala duduk di samping Alfian lalu, mengguncang lengannya. "Dokter bilang .." Alfian menjeda ucapannya. "Mas," Nurmala menuntut jawaban. "Dokter bilang, Rindu lumpuh dan tidak bisa berjalan." "Tapi, Rindu masih bisa berjalan 'kan Mas. Seperti Mas dulu yang lumpuh kaki sementara!"
103.0K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as d'masiv rindu setengah mati
Read
+Library
KUBUAT MEREKA KEPANASAN KARENA SUDAH MEREMEHKANKU

KUBUAT MEREKA KEPANASAN KARENA SUDAH MEREMEHKANKU

' batin Zahra sambil senyum-senyum sendiri. Ridwan yang berkulit sawo matang dengan tinggi 180 cm. Mampu membuatnya terpikat dan hilang kesadaran saat melihatnya. Plak! "Awh!" ringis Zahra. "Rindu! Kenapa kamu menampar Zahra?" Bu Dira mendelik menatap Rindu. "Ada nyamuk tuh, itu nyamuknya masih nempel di maskernya Kak Zahra." ucap Rindu.
5.544.9K viewsOngoingAdded to Library 1.6K Times as d'masiv rindu setengah mati
Read
+Library
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

Cuma secarik kertas bertuliskan: "Maaf, aku sedang mencari ketenangan. Akan kembali jika rasa ini tenang." Toyo duduk di lantai sambil melamun. "Mas... kita bakal kalah ya?" Dimas memandangi kompor kecilnya. "Belum tentu. Tapi kita memang harus berbuat sesuatu." Randi menyalakan proyektor mini dan menunjukkan video Mak Marwah. Ia sedang membuat live sambil menyeduh jamu beras kencur. "Lihat ini. Caption-nya: 'Tamu dari dimensi lain ikut ngantri jamu cinta!'. Ini... clickbait supernatural."
101.2K viewsOngoingAdded to Library 25 Times as d'masiv rindu setengah mati
Read
+Library
Menikah dengan Mantan

Menikah dengan Mantan

“Dasar! Makanya, nggak usah sedih mulu hanya karena punya kamu encer. Aneh juga sih. Badan kekar, berotot, perut kotak-kotak, bahkan pentungannya aja segede gaban.” Damian mengusap pucuk rambut istrinya itu. “Bukan dari luar, tapi dari dalam. Sel maninya tidak berfungsi sempurna dan harus melalui proses penyembuhan dengan berbagai terapi dan juga obat yang sudah dianjurkan agar diminum. Semoga usaha kita mendapatkan hasil yang baik ya, Sayang.” Indi mengangguk sembari mengulas senyumnya. “Iya, Damian. Meski setelah satu tahun belum berhasil juga, masih ada satu tahun yang akan datang. Tunggu lagi.”
105.8K viewsCompletedAdded to Library 140 Times as d'masiv rindu setengah mati
Read
+Library
PESUGIHAN GUNUNG SEMERU

PESUGIHAN GUNUNG SEMERU

Lelaki itu terduduk lesu di atas tumpukan jerami. "Bagaimana Zak? Apakah tetap tidak bisa?" seloroh Dimas yang duduk di tumpukan jemari. Tanpa menggunakan kacamata, lelaki itu hampir sama sekali tidak dapat melihat apapun. Hanya bayangan yang terlihat oleh netranya. "Tidak, sulit Dim!" lirih Zaki terduduk lesu. "Bagaimana kalau kita jebol saja dinding papan ini!" usul Dimas.
1026.0K viewsCompletedAdded to Library 754 Times as d'masiv rindu setengah mati
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status